Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait viralnya kondisi bangunan SD Negeri di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang mengalami kerusakan parah hingga roboh. Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera turun tangan untuk memperbaiki sekolah tersebut. Video kondisi sekolah yang memprihatinkan ini sebelumnya ramai beredar di media sosial, khususnya melalui unggahan akun Instagram @jakarta.hari.ini, yang menyebutkan bahwa bangunan sekolah telah rusak selama kurang lebih dua tahun.
Kondisi Sekolah dan Dampak pada Siswa
Akibat kerusakan yang berkepanjangan, para siswa terpaksa menumpang belajar di SDN 11 dan SDN 12 Kebayoran Lama. Mereka hanya bisa menggunakan ruang kelas setelah kegiatan belajar mengajar di kedua sekolah tersebut selesai. Hal ini tentu mengganggu proses belajar dan kenyamanan siswa. Pramono mengakui bahwa luasnya wilayah Jakarta membuat tidak semua persoalan bisa langsung terpantau. Namun, ia berjanji akan memberikan perhatian khusus terhadap masalah yang menjadi sorotan publik.
Respons Pramono Anung
"Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral," kata Pramono di Pela Mampang, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/7/2026). Ia menambahkan, "Jadi lapangannya memang Jakarta yang begitu luas. Sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan." Meski demikian, Pramono belum merinci target waktu penyelesaian proyek perbaikan tersebut. Ia hanya menegaskan, "Jadi untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan."
Kesaksian Wali Murid
Sebelumnya, sejumlah wali murid menyampaikan kesaksian mereka mengenai kondisi SDN Kebayoran Lama yang roboh. Mereka mengeluhkan bahwa kerusakan sudah terjadi sejak dua tahun lalu namun tidak kunjung diperbaiki. Para siswa bahkan harus belajar di musala dan lapangan karena ruang kelas tidak layak pakai. Kondisi ini memicu kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan dan kualitas pendidikan anak-anak mereka.
Langkah Selanjutnya
Pemprov DKI Jakarta kini dihadapkan pada tugas untuk segera merealisasikan perbaikan sekolah tersebut. Masyarakat berharap agar janji Pramono tidak hanya menjadi retorika belaka, melainkan diikuti dengan aksi nyata dan jadwal yang jelas. Dengan perhatian yang terfokus pada sekolah-sekolah yang membutuhkan, diharapkan tidak ada lagi siswa yang harus belajar di tempat tidak layak.



