Pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, yang roboh sejak November 2024, akhirnya mendapat titik terang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan pembangunan kembali sekolah tersebut pada tahun 2027. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah setelah mengonfirmasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Anggaran Pembangunan Masuk Perencanaan 2026-2027
Ima Mahdiah menyatakan bahwa anggaran pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 telah dialokasikan dalam periode 2026-2027. "Tadi sudah kroscek Kadis Pendidikan, infonya anggaran sudah masuk di 2026–2027 atau untuk perencanaannya. Jadi di 2027 mulai anggarannya," kata Ima di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Meski sempat terdampak penyesuaian anggaran akibat refocusing, Ima meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta tetap memprioritaskan sekolah tersebut agar tidak kembali tertunda. "Memang kemarin anggarannya kan beberapa refocusing, beberapa yang dikurangi dan sebagainya. Tapi saya minta kepala dinas segera dibangun," ungkap Ima.
Prioritas Sekolah Rusak Berat
Ima menegaskan bahwa sekolah dengan kerusakan berat harus menjadi prioritas dalam program rehabilitasi. Ia mendesak Dinas Pendidikan untuk mendata sekolah-sekolah dengan kondisi rusak berat, sedang, dan ringan. "Makanya kita minta Dinas Pendidikan untuk mendata mana aja sekolah-sekolah yang kondisinya berat, rehab total, mana yang sedang dan ringan. Kalau yang proses kan yang berat," ucap Ima. Sembari menunggu pembangunan, ia berharap hak belajar siswa tetap terpenuhi, misalnya dengan memanfaatkan sekolah di sekitar. "Kita harapkan anak-anak enggak terlantar. Jadi bagaimana disiasati bagaimana dapat pembelajaran di sekolah-sekolah sekitarnya," jelas dia.
Kondisi Darurat Belajar di Musala dan Lapangan
Sejak roboh pada November 2024, siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 terpaksa belajar dalam kondisi darurat. Kegiatan belajar mengajar dilakukan di musala dan lapangan sekolah yang disulap menjadi ruang kelas seadanya. Salah seorang orang tua siswa, Evi Afrida, mengatakan bahwa musala dan lapangan kerap digunakan sebagai tempat belajar, terutama saat kegiatan berlangsung pada siang hari. Menurut Evi, sebelum bangunan roboh, orang tua tidak pernah menduga kerusakan parah akan terjadi. Perbaikan yang dilakukan sebelumnya hanya bersifat ringan. "Enggak ada, karena bangunan lama. Enggak ada curiga, cuman ada perbaikan-perbaikan kecil aja sih. Belum renovasi total. Terakhir kan renov cuman genteng sama pake baja ringan," kata Evi di lokasi, Selasa (21/7/2026).
Kekhawatiran Orang Tua dan Harapan Pembangunan Segera
Evi berharap pemerintah segera membangun kembali gedung sekolah agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman. Ia mempertanyakan lambatnya proses renovasi meski bangunan sudah lama roboh. "Lama banget, padahal sekolahnya ini roboh bukannya renovasi lagi. Ini benar-benar roboh, nggak layak banget. Miris lihatnya," ujarnya. Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh saat hujan deras mengguyur Jakarta bertepatan dengan Pilkada DKI Jakarta pada 27 November 2024. Akibatnya, empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) mengalami kerusakan. Meski tidak ada korban jiwa, orang tua khawatir sisa bangunan yang rusak dapat membahayakan keselamatan siswa dan warga sekitar. Sejak insiden itu, para orang tua terus meminta kepastian rencana perbaikan, namun hingga kini belum ada kejelasan. Selain mengganggu belajar, kondisi bangunan juga berdampak pada aktivitas mengaji siswa yang terpaksa dihentikan. Orang tua berharap Pemprov DKI Jakarta segera merealisasikan pembangunan kembali sekolah agar proses belajar dapat normal kembali.



