Pramono Prediksi 12 Ribu Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran
Pramono Prediksi 12 Ribu Pendatang Baru ke Jakarta

Pramono Anung Prediksi Gelombang Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan prediksi terkait arus pendatang ke ibu kota pasca perayaan Idul Fitri. Dalam keterangannya di Halte Tosari, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/3/2026), Pramono menyebut bahwa diperkirakan akan terjadi penambahan penduduk baru di Jakarta sekitar 10.000 hingga 12.000 orang.

Data Sementara Berdasarkan Booking Kendaraan dan Keluarga

"Jadi data yang ada sampai dengan hari ini. Kami memprediksi akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta sekitar 10.000 hingga 12.000," ujar Pramono kepada para wartawan. Ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan kesimpulan sementara yang didapat dari pemantauan terhadap booking kendaraan serta mereka yang ikut bersama keluarga.

Namun, Pramono menekankan bahwa data ini belum final. "Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada. Karena kenapa ini bisa disimpulkan seperti itu dari booking kendaraan atau yang ikut dengan keluarganya dan sebagainya," jelasnya. Prediksi ini menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyiapkan berbagai kebijakan dan fasilitas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pesan untuk Calon Pendatang Baru

Gubernur juga menyampaikan pesan khusus bagi siapa pun yang berencana datang ke Jakarta untuk mencari penghidupan. Pramono mengingatkan agar mereka mempersiapkan diri dengan baik sebelum memutuskan untuk mengadu nasib di ibu kota.

"Dan kami selalu meminta siapa pun yang akan datang ke Jakarta, sekali lagi untuk mempersiapkan diri. Jakarta tidak ada operasi yustisia, tetapi Jakarta tentunya meminta siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta mereka harus mempersiapkan diri," tutur Pramono. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kesiapan mental, keterampilan, dan perencanaan bagi para pendatang baru agar dapat beradaptasi dengan kehidupan urban di Jakarta.

Prediksi ini muncul dalam konteks arus mudik dan balik Lebaran yang selalu menjadi fenomena tahunan. Sebelumnya, Pramono juga mengungkapkan bahwa transaksi terkait mudik ke Jakarta mencapai nilai fantastis, yaitu Rp 21 triliun, menunjukkan besarnya pergerakan ekonomi selama periode tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga