Prabowo Panggil Airlangga, Rosan, dan Burhanuddin ke Istana, Ada Apa?
Prabowo Panggil Airlangga, Rosan, dan Burhanuddin ke Istana

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri sektor ekonomi hingga Ketua Tim Pakar sekaligus inisiator Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (22/5/2026). Pertemuan ini memicu spekulasi mengenai agenda yang dibahas.

Kedatangan Para Pejabat

Berdasarkan pantauan detikcom, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto tiba di Istana pada pukul 14.08 WIB. Tak lama kemudian, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan P Roeslani dan Burhanuddin Abdullah menyusul pada pukul 14.10 WIB.

Saat ditanya mengenai agenda pertemuan, Airlangga hanya menjawab singkat, "Agendanya kita lihat aja." Ia pun enggan memberikan jawaban gamblang saat ditanya apakah rapat akan membahas nilai tukar rupiah dan kebijakan fiskal. "Kita lihat," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penjelasan Rosan Soal Luke Thomas

Sementara itu, Rosan sempat menjelaskan alasan di balik rencana penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai pimpinan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Menurut Rosan, keputusan ini didasarkan pada rekam jejak Luke yang mumpuni.

"Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga, pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia pun bisa bahasa Indonesia juga," kata Rosan.

Rosan menambahkan bahwa Luke memiliki pengalaman luas di bidang saham dan industri mineral. Selain itu, Luke dinilai memiliki jaringan yang cukup luas, termasuk karena istrinya orang Indonesia. "Memang istrinya orang Indonesia tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman tradingnya ada, mineral-nya ada. Jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral, jadi dan networkingnya juga baik dan yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik," paparnya.

Spekulasi Publik

Pertemuan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan publik, terutama terkait kondisi ekonomi nasional dan masa depan Danantara. Belum ada pernyataan resmi dari pihak istana mengenai hasil pertemuan tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga