Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan kepada para guru di seluruh Indonesia agar mendidik siswa dengan sebaik-baiknya, penuh kasih sayang, namun tetap tegas. Hal ini disampaikan saat meninjau hasil revitalisasi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).
Pesan Prabowo untuk Guru dan Siswa
Prabowo menegaskan bahwa ia tidak ingin anak-anak bangsa menjadi pribadi yang lembek dan mudah menyerah. "Kepada guru-guru, saya titip anak-anak ini. Kau didik dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kasih sayang, tapi juga tegas. Saya enggak mau anak-anak kita nanti menjadi manusia-manusia yang lembek, yang lemah, yang menyerah," ujarnya.
Ia juga bertanya kepada para siswa, "Kalian mau jadi bangsa yang menyerah atau tidak? Mau jadi bangsa yang lemah atau tidak?" Prabowo menekankan pentingnya menjadi manusia kuat yang terus mengabdi kepada orang tua. "Kamu harus bangkit jadi manusia yang kuat, yang gembira, mengabdi pada orang tuamu. Kalau kau belajar dengan baik, orang tuamu akan bangga dengan kau," tuturnya.
Surga di Bawah Kaki Ibu
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. Ia meminta para siswa berjuang untuk kedua orang tua dan menjadi sosok berguna bagi masyarakat dan Indonesia. "Berjuang untuk ibumu, berjuang untuk bapakmu. Jadi anak-anak bangsa yang baik, kuat, dan berguna bagi orang tuamu, masyarakat, Tanah Air, serta agama kita masing-masing," pungkasnya.
Percaya pada Presiden dan Pemimpin
Prabowo juga meminta para guru dan siswa SMAN 1 Cilacap untuk percaya kepadanya dan para pemimpin negara. Ia menekankan bahwa dirinya berjuang untuk masa depan masyarakat Indonesia. "Percaya kepada Presidenmu. Saya minta percaya kepada pemimpinmu. Saya berjuang, saya berjuang untuk kalian semua! Saya berjuang untuk masa depanmu semuanya," katanya.
Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk percaya kepada negara, bangsa, dan ideologi Pancasila. "Anak-anakku sekalian, para guru, percaya kepada negaramu, percaya kepada bangsamu, percaya kepada pemimpin-pemimpinmu, percaya kepada ideologi Pancasila kita, percaya kepada kepribadian bangsa Indonesia. Bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia," tuturnya.
Waspada Teknologi dan Kecerdasan Buatan
Prabowo mengingatkan para guru dan siswa untuk berhati-hati terhadap kemajuan teknologi yang semakin canggih. Menurutnya, banyak teknologi yang digunakan untuk hal negatif, menghasut, dan memecah belah masyarakat. "Hati-hati karena sekarang teknologi semakin canggih, terjadi apa yang dinamakan kecerdasan buatan, artificial intelligence. Ini sudah dahsyat, hati-hati," jelasnya. "Banyak teknologi juga sekarang dipakai untuk yang negatif, yang tidak baik, yang memecah belah, yang menghasut," sambung Prabowo.



