Pemkot Jakarta Selatan Intensifkan Kerja Bakti dan Mitigasi untuk Cegah Banjir
Pemkot Jaksel Kerja Bakti Rutin dan Mitigasi Cegah Banjir

Pemkot Jakarta Selatan Intensifkan Kerja Bakti dan Mitigasi untuk Cegah Banjir

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan secara konsisten menggelar kegiatan kerja bakti sebagai langkah strategis dalam memelihara kebersihan lingkungan sekaligus menekan potensi genangan air, terutama saat musim hujan tiba. Inisiatif ini dilaksanakan dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan, melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari tingkat kelurahan hingga kota, sehingga penanganan lingkungan dapat tersebar merata di setiap sudut wilayah.

Jadwal dan Skala Kegiatan Kerja Bakti

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menegaskan bahwa kerja bakti telah menjadi rutinitas wajib di semua wilayah. Untuk kegiatan berskala lebih besar, Pemkot Jaksel menyelenggarakannya sekali sebulan dengan lokasi yang bergilir, memastikan cakupan yang luas dan partisipasi aktif dari warga. "Itu rutin kami lakukan di setiap wilayah. Untuk kerja bakti dalam skala besar, dilaksanakan satu bulan sekali dengan titik lokasi yang berpindah-pindah," ujar Anwar, seperti dikutip dari Antara pada Rabu, 11 Februari 2026.

Anwar juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota, untuk secara konsisten melaksanakan kerja bakti massal setiap hari Selasa, Jumat, dan Minggu. Hal ini bertujuan menciptakan budaya gotong royong yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan lingkungan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Mitigasi Bencana yang Intensif

Selain kerja bakti, Pemkot Jaksel melakukan berbagai langkah mitigasi bencana untuk mengantisipasi banjir dan genangan air. Upaya ini telah dijalankan secara intensif sejak enam bulan lalu dan terus berlanjut sebagai bagian dari penanganan jangka panjang. "Upaya ini sebenarnya sudah kami lakukan secara intensif sejak enam bulan lalu dan hingga saat ini masih terus berjalan," tambah Anwar.

Melalui Suku Dinas Sumber Daya Air, pemerintah kota rutin melakukan normalisasi sungai, pengerukan sedimen di kali-kali besar, serta pembangunan dan normalisasi embung. Fokusnya adalah pada titik-titik rawan genangan yang kerap terdampak saat curah hujan tinggi, sehingga aliran air dapat kembali lancar dan risiko banjir diminimalkan.

Peran Sumur Resapan dan Dukungan CSR

Pemkot Jakarta Selatan juga mengintensifkan pembangunan sumur resapan dengan kedalaman mencapai 30 meter. Sumur ini memiliki kapasitas serapan yang signifikan, mampu menyerap hingga 10.000 liter air dalam waktu sekitar 20 menit, sehingga efektif mengurangi limpasan air di permukaan dan menekan potensi genangan di kawasan permukiman padat.

Pengadaan peralatan dan pendukung kegiatan penanganan genangan turut terbantu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. "Seluruh pengadaan peralatan dan pendukung kegiatan ini juga terbantu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR," jelas Anwar. Dukungan ini memperkuat pelaksanaan program di lapangan dan mempercepat realisasi kegiatan teknis.

Mendorong Kesadaran Masyarakat

Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah kota berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat agar lebih aktif menjaga lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. "Kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan, tidak hanya pada saat musim hujan. Menjaga kebersihan harus menjadi aktivitas rutin dalam kehidupan sehari-hari," tegas Anwar. Dengan keterlibatan aktif warga, upaya penanganan genangan di Jaksel diharapkan dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi kebersihan dan keamanan lingkungan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga