Menteri PU Ungkap Alasan Lebih Pilih Plt daripada Pejabat Definitif
Menteri PU Lebih Pilih Plt daripada Pejabat Definitif

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa dirinya lebih memilih mengangkat pelaksana tugas (Plt) dibandingkan pejabat definitif. Menurutnya, jika seorang Plt tidak cocok dengan irama kerja Presiden Prabowo Subianto, ia akan langsung menggantinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Dody dalam acara media briefing di Kementerian PU, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/5/2026). Awalnya, Dody mengaku tidak menghitung berapa jumlah pejabat eselon yang telah ia ganti hingga saat ini.

"Nggak hafal (berapa eselon I yang diganti). Kalau saya sih nggak pernah saya hitung-hitung ya," kata Dody Hanggodo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dody menjelaskan bahwa saat ini di Kementerian PU lebih banyak pejabat Plt daripada pejabat definitif. Ia mengaku kapok sehingga lebih memilih mengangkat Plt. "Makanya kan sekarang kalau bapak ibu sekalian bisa lihat, kan sekarang banyak Plt kan? Sedikit yang Dirjen yang definitif ya. Karena ya itu ya terus terang agak saya setengah kapok lah mendingan pakai Plt," ujarnya.

Dody menambahkan, jika Plt tidak cocok dengannya, maka akan langsung diganti. Namun, ia menyadari bahwa ada sejumlah tugas yang tidak bisa dikerjakan oleh Plt dan hanya bisa dilaksanakan oleh pejabat definitif.

"Saya jadi mikir, apa yang dikerjakan oleh Pak Menteri Pertanian itu memang betul. Banyak Plt, kalau nggak cocok ganti, nggak cocok ganti, nggak cocok ganti, sampai cocok. Ya, tapi saya juga harus menyadari ada beberapa hal yang tidak bisa dikerjakan oleh seorang Plt," ujar Dody.

"Karena kan ada beberapa tugas yang tidak bisa dikerjakan oleh seorang pelaksana tugas, harus memang seorang definitif yang bisa dikerjakan," imbuhnya.

Dody juga menegaskan bahwa ia akan langsung mengganti anak buahnya jika tidak sejalan dengan irama kerja Presiden Prabowo Subianto. Ia membantah bahwa pelantikan Dirjen pada Jumat (1/5) dilakukan secara diam-diam.

"Pokoknya kalau sudah merasa nggak cocok dan saya merasa yang bersangkutan tidak sejalan dengan irama kerja dari Pak Presiden Prabowo ya saya ganti," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PU juga mengungkapkan bahwa 222 Satuan Pendidikan Pemerintah Gizi (SPPG) telah selesai dibangun dan sedang dalam tahap alih aset ke Badan Gizi Nasional (BGN).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga