Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan bahwa program prioritas pengentasan kemiskinan, Sekolah Rakyat, juga menyasar daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Sekolah gratis dengan konsep asrama ini telah hadir di seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Operasional Sekolah Rakyat di 166 Titik
Gus Ipul mengungkapkan bahwa saat ini Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 166 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sejak Juli hingga Oktober 2025. Di antara lokasi tersebut, beberapa berada di wilayah kepulauan dan daerah 3T. Hal ini disampaikannya di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026).
"Jadi kalau kita lihat yang 166 sudah mulai melakukan proses belajar-mengajar sejak bulan Juli, Agustus atau September, Oktober tahun lalu, tahun 2025, itu tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke. Jadi di Aceh ada, di Papua juga ada, di NTT ada, di Sulawesi Utara juga ada," kata Gus Ipul. "Jadi ada semua yang mewakili daerah-daerah 3T, seperti misalnya di Anambas atau di Natuna," tambahnya.
Sekolah Rakyat di Maluku
Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini ada tiga Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi di daerah 3T di Maluku, yaitu SRMA 40 Ambon, SRT 73 Maluku Tengah, dan SRT 74 Tual. Selain itu, empat lokasi baru telah diusulkan untuk pembangunan tahap berikutnya, yakni di Ambon, Seram Bagian Timur, Aru, dan Maluku Tenggara.
Koordinasi Pembangunan Gedung Permanen
Kemensos terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Pemerintah menargetkan 100 lokasi Sekolah Rakyat dengan gedung permanen tahun ini, masing-masing mampu menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
"Kita terus konsolidasi bersama Kementerian PU, diharapkan nanti tahun depan sudah bisa 200 gedung Sekolah Rakyat bisa dibangun. Kita sedang bekerja keras ini untuk supaya daerah bisa menyediakan tanah dengan seluruh persyaratan-persyaratan lainnya," jelas Gus Ipul.
Target Siswa Baru 2026
Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan. Sekolah ini khusus menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam penjangkauan murid, sehingga anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah karena kondisi ekonomi dapat melanjutkan pendidikan gratis.
Hingga kini, sekitar 15 ribu anak-anak dari keluarga pra sejahtera telah menikmati pendidikan gratis berkualitas di Sekolah Rakyat. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring tahun ajaran baru pada Juli 2026. "Pemerintah menargetkan siswa baru yang akan diterima pada tahun ini sebanyak 32.640 siswa," tutup Gus Ipul.



