MenPAN-RB dan Kepala BKN Beri Pesan Terbuka ke ASN di Tengah Sorotan KPI
MenPAN-RB dan Kepala BKN Beri Pesan Terbuka ke ASN

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh secara berurutan menyampaikan pesan terbuka kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia. Pesan ini muncul di tengah ramainya pembahasan indikator kinerja utama (KPI) ASN dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR beberapa hari sebelumnya.

Surat Terbuka Rini Widyantini untuk ASN

Pada Sabtu, 17 Juli 2026, Menteri PAN-RB Rini Widyantini mengunggah surat tulisan tangan yang ditujukan untuk seluruh ASN melalui akun Instagram resminya @menpanrb. Dalam surat tersebut, Rini menyampaikan apresiasi atas kerja keras ASN dan berpesan agar tetap melayani meskipun tidak semua orang melihat pengorbanan mereka.

"Untuk seluruh ASN yang saya cintai dan banggakan. Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh ASN yang setiap hari terus bekerja melayani masyarakat," tulis Rini dalam keterangan unggahannya. Ia juga mendorong ASN untuk terus menjaga integritas dan memperkuat semangat pengabdian. "Teruslah menjaga integritas, menguatkan semangat pengabdian dan menjadi kebanggaan Indonesia," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam suratnya, Rini mengakui tantangan yang dihadapi ASN, seperti keterbatasan, ekspektasi tinggi masyarakat, dan kelelahan pribadi. Namun, ia menekankan bahwa negara hadir melalui tangan-tangan ASN. "Setiap anak yang mendapat pendidikan lebih baik, setiap pasien yang dilayani dengan tulus, setiap bantuan yang sampai kepada masyarakat, setiap jalan yang dibangun, setiap data yang dikelola dengan benar, semuanya adalah wajah nyata negara yang bekerja," tulisnya.

Rini mengajak ASN untuk menjadikan tantangan sebagai pendorong semangat melayani. "Sejarah bangsa ini tidak dibangun oleh mereka yang bekerja hanya ketika keadaan mudah. Sejarah dibangun oleh mereka yang tetap berdiri, tetap bekerja, dan tetap percaya bahwa kebaikan yang dilakukan hari ini akan menjadi warisan bagi generasi berikutnya," lanjutnya. Surat itu ditutup dengan pesan: "Tetaplah menjadi cahaya. Tetaplah melayani, bahkan ketika tidak semua orang melihat."

Pesan Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyusul dengan pesan khusus melalui akun Instagram resmi BKN pada Minggu, 19 Juli 2026. Zudan mengajak seluruh ASN untuk menyadari bahwa kerja-kerja mereka, meskipun sunyi, memastikan negara terus hadir untuk masyarakat. "Melalui pesan ini, Kepala BKN Prof. Zudan mengajak kita untuk menyadari bahwa mulai dari ruang kelas, puskesmas, laboratorium, kantor pelayanan, hingga lapangan, jutaan ASN bekerja dalam senyap demi memastikan negara terus hadir untuk masyarakat. 6,7 juta ASN, 6,7 juta cara mencintai Indonesia," demikian keterangan unggahan tersebut.

Zudan menekankan pentingnya pengabdian yang sunyi namun berdampak besar. "Pengabdian yang sunyi, bangsa yang bertumbuh. Tak semua karya ASN disorot lampu panggung. Namun di ruang kelas yang sunyi, di balik meja pelayanan, di setiap laporan yang diteliti dengan saksama di situlah denyut sebuah bangsa dijaga tetap hidup," katanya. Ia menyebut profesi seperti guru, bidan, Satpol PP, peneliti, perawat, dan dokter sebagai contoh nyata. "Guru, bidan, Satpol PP, peneliti, perawat, dokter, dan lainnya. 6,7 juta ASN adalah 6,7 juta cara mencintai Indonesia. Melangkahlah, Allah SWT meridhoi setiap karya yang tulus untuk negeri," pungkasnya.

Sorotan Ketua Komisi II DPR tentang KPI ASN

Sebelum pesan terbuka tersebut, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dalam rapat kerja bersama KemenPAN-RB, BKN, dan LAN pada Rabu, 15 Juli 2026, menyoroti perlunya peningkatan KPI bagi ASN. Ia menilai digitalisasi belum diikuti perubahan mentalitas. "Ekosistem digitalnya belum berubah, mentalitas sumber daya manusianya nggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi," ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Rifqinizamy juga mengingatkan besarnya beban anggaran daerah untuk gaji pegawai yang berpotensi mengurangi anggaran pelayanan publik. "Kalau kita pertahankan terus, kita memanusiakan para ASN, termasuk PPPK di dalamnya, tapi pada sisi yang lain kita sedang zalim dengan rakyat yang lebih membutuhkan. Sekolah nggak bisa diperbaiki, kesehatan nggak bisa diurus, jalan rusak nggak bisa kita apa-apain," tuturnya. Pernyataan ini memicu percakapan luas di media sosial dan menjadi latar belakang pesan dari MenPAN-RB dan Kepala BKN.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga