Kemendagri Dorong Banjarbaru Jadi Model Nasional untuk Ketahanan Pangan Melalui Gerakan ASRI
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi mendorong Kota Banjarbaru untuk menjadi daerah percontohan nasional dalam Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkuat lingkungan, tetapi juga diintegrasikan dengan upaya membangun ketahanan pangan nasional melalui pendidikan kewirausahaan yang dimulai sejak usia dini.
Wawasan Kebangsaan Dikaitkan dengan Tantangan Global Pangan
Dorongan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, dalam kunjungan kerjanya ke Banjarbaru. Kunjungan ini dirangkaikan dengan kegiatan Ngobrol Asik Santai Wawasan Kebangsaan (Ngobras Wasbang) yang diadakan di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Di hadapan sekitar 100 peserta yang terdiri dari siswa SD, SMP, serta guru pendamping, Akmal menegaskan bahwa wawasan kebangsaan saat ini harus dikaitkan dengan tantangan global, terutama dalam hal kedaulatan pangan. Ia mengutip visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai bagian integral dari penerjemahan ideologi bangsa.
"Dunia tengah berubah secara signifikan. Negara-negara pionir teknologi kini mulai bergeser fokus mereka ke sektor pangan karena ledakan populasi dan keterbatasan lahan yang semakin nyata. Jika kita tidak memiliki ideologi ketahanan pangan yang kuat, kita berisiko menjadi negara yang ketergantungan dan bahkan harus mengemis kepada bangsa lain," tegas Akmal dalam paparannya.
Pendidikan Kewirausahaan Sejak Dini sebagai Fondasi
Akmal juga mengingatkan pentingnya membangun orientasi generasi muda agar tidak hanya terfokus pada kemajuan teknologi digital, tetapi juga memahami jati diri Indonesia sebagai negara agraris yang kaya akan potensi pangan. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran krusial dalam menanamkan semangat kewirausahaan dan keterampilan hidup sejak usia dini, khususnya di sektor pangan.
Ia menilai Banjarbaru memiliki potensi besar untuk menjadi model integrasi antara kurikulum wawasan kebangsaan dengan penguatan kewirausahaan. "Ada potensi sekitar 80 juta siswa di seluruh Indonesia. Jika kita mampu mengorkestrasi separuhnya saja untuk bertindak melalui Gerakan ASRI dan mencintai sektor pangan, kita akan memiliki modal manpower yang luar biasa untuk membangun kemandirian," jelas Akmal dengan penuh keyakinan.
Dari Narasi ke Aksi Nyata di Lapangan
Akmal menegaskan bahwa sekolah tidak boleh hanya mencetak lulusan yang kuat secara akademik, tetapi juga harus membentuk pola pikir kewirausahaan. Hal ini agar peserta didik memiliki soft skill yang memadai, mampu bersaing di era global, dan tidak menjadi beban di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Akmal berharap Banjarbaru dapat membuktikan bahwa wawasan kebangsaan tidak berhenti pada narasi semata, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata untuk menjaga kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi. Sebagai tindak lanjut konkret, Akmal bersama Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby melakukan penanaman pohon di SMPN 2 Banjarbaru. Aktivitas ini menjadi simbol dimulainya gerakan menanam di lingkungan sekolah sebagai bagian dari Gerakan ASRI.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kawasan Pendulangan Intan Cempaka, yang dibahas sebagai potensi destinasi wisata unggulan untuk memperkuat ekonomi lokal. Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Direktur Pol PP dan Linmas Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan, jajaran Direktorat Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Polpum, serta para kepala OPD dan camat se-Kota Banjarbaru.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kemendagri berkomitmen untuk menjadikan Banjarbaru sebagai contoh nasional dalam mengintegrasikan gerakan lingkungan, pendidikan, dan ketahanan pangan, menciptakan fondasi yang kokoh untuk masa depan Indonesia yang lebih mandiri dan berdaulat.