Komisi I DPR Dukung Pengiriman 8.000 Prajurit TNI ke Gaza Sebagai Amanat Konstitusi
Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen pemerintah Indonesia yang bersiap mengirimkan sekitar 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bergabung sebagai pasukan perdamaian di Gaza, Palestina. Menurut Dave, langkah strategis ini mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang telah lama diperjuangkan.
"Rencana pengiriman sekitar 8.000 prajurit TNI ke Gaza merupakan bagian integral dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Langkah ini tidak dimaksudkan untuk menonjolkan diri, melainkan menunjukkan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik secara damai," kata Dave kepada wartawan pada Kamis, 12 Februari 2026.
Wujud Amanat Konstitusi dan Diplomasi Kemanusiaan
Politikus dari Partai Golkar itu menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menunjukkan wujud nyata amanat konstitusi melalui rencana ini. Selain itu, kontribusi ini juga dinilai turut berkontribusi signifikan bagi perdamaian internasional.
"Kehadiran pasukan tersebut adalah wujud amanat konstitusi sekaligus tradisi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, menjaga stabilitas global, dan meringankan penderitaan masyarakat sipil. Orientasi utamanya adalah pada kontribusi nyata bagi perdamaian internasional serta solidaritas terhadap bangsa Palestina," jelasnya dengan penuh keyakinan.
Persiapan Matang dan Koordinasi Internasional
Lebih lanjut, Dave meminta pemerintah untuk mempersiapkan segala aspek secara matang, termasuk dari sisi diplomasi, logistik, dan perlindungan prajurit. Dia menekankan bahwa pengiriman harus dilakukan secara terukur sesuai mandat dan aturan keterlibatan yang jelas.
"Fokus utama adalah memastikan kontribusi Indonesia benar-benar mendukung perdamaian, memberi manfaat nyata bagi rakyat Palestina, dan menjaga kredibilitas bangsa di mata dunia," katanya.
Dave juga berharap kehadiran TNI di Gaza dapat memperkuat upaya internasional dalam menciptakan stabilitas. "Kami berharap kehadiran TNI di Gaza dapat memperkuat upaya internasional dalam menciptakan stabilitas, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia selalu berdiri di garis depan dalam membela nilai-nilai kemanusiaan. Pada saat yang sama, penting bagi pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan lembaga internasional agar misi ini berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru," tuturnya.
Rencana Pemerintah Masih dalam Pembahasan
Sebelumnya, Istana telah menegaskan bahwa rencana pemerintah Indonesia mengirimkan sekitar 8.000 anggota pasukan perdamaian ke Gaza masih dalam tahap pembahasan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa detail realisasi pengiriman pasukan tersebut belum dibahas secara mendalam.
"Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu," kata Prasetyo Hadi kepada wartawan seusai jumpa pers di Stasiun Gambir pada Selasa, 10 Februari 2026.
Pria yang akrab disapa Pras itu menambahkan bahwa pasukan dari Indonesia akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari negara lain. Namun, dia belum menyebut lokasi pasti penempatan pasukan Indonesia di Gaza.
"Belum. Kita baru mempersiapkan diri saja kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian. Tentu itu sebagai sebuah komitmen akan kita lakukan," jelasnya dengan hati-hati.
Dukungan dari Komisi I DPR ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta diplomasi global, menegaskan kembali dedikasi bangsa terhadap perdamaian dan kemanusiaan di kancah internasional.