Pergeseran Prioritas Karier Generasi Muda
Survei terbaru Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey 2025 mengungkapkan bahwa hanya 6 persen responden dari kalangan Generasi Z (Gen Z) dan milenial yang menyatakan bahwa mencapai posisi kepemimpinan atau menjadi bos adalah tujuan utama karier mereka. Temuan ini menandai perubahan signifikan dalam cara pandang generasi muda terhadap dunia kerja.
Faktor yang Lebih Diutamakan
Alih-alih mengejar jenjang karier tradisional, mayoritas responden kini lebih mengutamakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, kesempatan untuk terus belajar dan berkembang, keamanan finansial, kesehatan mental, serta pekerjaan yang memberikan makna dan dampak positif. Survei ini melibatkan ribuan responden dari berbagai negara dan menunjukkan tren global yang konsisten.
Menurut laporan Deloitte, pergeseran ini didorong oleh pengalaman pandemi COVID-19 yang mengubah prioritas hidup banyak orang. Generasi muda semakin sadar akan pentingnya kesejahteraan mental dan fleksibilitas dalam bekerja. "Kami melihat bahwa Gen Z dan milenial tidak lagi terobsesi dengan gelar atau jabatan, melainkan mencari kepuasan dan keseimbangan dalam karier mereka," ujar perwakilan Deloitte dalam pernyataan resmi.
Dampak bagi Perusahaan
Temuan ini memberikan pesan jelas bagi perusahaan dan organisasi: untuk menarik dan mempertahankan talenta muda, mereka perlu menawarkan lebih dari sekadar gaji tinggi atau posisi bergengsi. Lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan, fleksibilitas, dan pengembangan pribadi menjadi faktor kunci. Perusahaan juga perlu menyediakan kesempatan untuk belajar dan berkontribusi pada tujuan yang lebih besar.
Survei Deloitte 2025 juga mencatat bahwa Gen Z dan milenial cenderung lebih loyal pada perusahaan yang selaras dengan nilai-nilai mereka, seperti keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Hanya 6 persen responden yang masih menganggap posisi puncak sebagai tujuan, sementara sisanya lebih memilih jalur karier yang memberi mereka kebahagiaan dan keseimbangan.



