Gedung DPR Gelap Gulita dalam Aksi Hemat Energi, Lampu Dimatikan Pukul 18.00 WIB
Gedung DPR Gelap Gulita dalam Aksi Hemat Energi

Gedung DPR Gelap Gulita dalam Komitmen Hemat Energi Nasional

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tengah menunjukkan komitmen nyata dalam upaya penghematan energi. Pantauan langsung pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB menunjukkan kondisi gedung DPR yang gelap gulita setelah lampu-lampu dimatikan secara bertahap.

Suasana Mencekam di Kompleks Parlemen

Hampir seluruh area di dalam gedung DPR mengalami pemadaman lampu menyeluruh. Hanya beberapa titik tertentu seperti toilet dan area dekat pintu keluar yang masih menyisakan penerangan minimal. Situasi serupa terjadi di seluruh kompleks parlemen, termasuk Gedung Nusantara I, Nusantara II, Nusantara III, hingga Gedung Kura-kura yang ikut mengalami gelap total.

Fasilitas pendukung juga ikut dimatikan dalam rangka penghematan ini. Eskalator di Gedung Nusantara II yang biasanya tetap beroperasi hingga larut malam kini dalam kondisi mati. Suasana hening semakin terasa karena tidak ada bunyi AC maupun perangkat elektronik lain yang biasanya menciptakan latar belakang kebisingan rutin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penghematan Meluas hingga Area Eksternal

Tidak hanya di dalam gedung, kondisi gelap juga meluas ke area luar kompleks DPR. Penerangan jalan di sekitar gedung parlemen dikurangi secara signifikan, hanya menyisakan sebagian kecil lampu jalan yang tetap menyala untuk keperluan keselamatan dasar. Langkah ini menciptakan kontras yang mencolok dibandingkan dengan kondisi normal dimana kawasan parlemen biasanya terang benderang hingga malam hari.

Kebijakan Penghematan Energi yang Komprehensif

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar sebelumnya telah mengumumkan komitmen institusi ini dalam penghematan energi. "Senin 30 Maret seluruh pejabat baru lengkap. Jadi baru ditegaskan komitmen tersebut", jelas Indra kepada wartawan pada Jumat (27/3).

Kebijakan penghematan tidak hanya terbatas pada pemadaman lampu, tetapi juga mencakup:

  • Pemotongan jatah bahan bakar minyak (BBM) untuk pejabat aparatur sipil negara (ASN)
  • Pengurangan satu hari jatah BBM setiap pekan untuk pengguna mobil operasional
  • Penerapan kebijakan ini secara bertahap mulai dari eselon 1, eselon 2, dan sebagian eselon 3

Indra menegaskan bahwa Biro Umum DPR telah menyiapkan skenario penghematan BBM sebagai bagian dari exercise atau latihan implementasi kebijakan hemat energi yang lebih luas. Langkah-langkah konkret ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya nasional dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya energi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga