Dasco Tegaskan Ojol Akan Diajak Berembuk soal Status Driver
Dasco: Ojol Ajak Berembuk soal Status Driver

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa para pengemudi ojek online (ojol) akan diajak berembuk terkait status mereka yang masih disimulasikan. Hal ini disampaikan Dasco menanggapi usulan buruh yang meminta status driver online menjadi pekerja, bukan sekadar mitra.

Usulan tersebut disampaikan oleh aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) saat menyampaikan aspirasi di ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Mereka mendorong perubahan status karena pengemudi online kerap diperlakukan sewenang-wenang oleh aplikator.

"Secara umum kami di Serikat Buruh bersepakat untuk bagaimana pemerintah menetapkan statusnya menjadi pekerja. Jadi supaya tidak mitra. Karena kalau mitra yang kita tahu selama ini masih secara sepihak ditentukan oleh pihak aplikator," ucap perwakilan Gebrak, Sunarno.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dasco merespons permintaan tersebut dengan menyatakan bahwa status driver masih disimulasikan. "Tadi pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu masih disimulasikan. Nah, nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk," jawab Dasco.

Dasco juga menyebut bahwa pemerintah tengah berupaya dengan mengambil bagian dari aplikator melalui pembelian saham. Kebijakan akan segera disesuaikan. "Karena ini aplikator sebagian sudah diambil oleh pemerintah, sehingga sistem kebijakan dan lain-lain akan disesuaikan secara perlahan tapi pasti, karena ini menyangkut sistem. Paling pertama adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan," kata dia.

"Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham," tambahnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga