Presiden Prabowo Subianto hari ini melantik enam pejabat baru setingkat menteri, kepala badan, dan utusan presiden. Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Berikut rincian harta kekayaan mereka berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
1. Hanif Faisol: Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
Hanif Faisol tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 4,1 miliar. Laporan terakhirnya pada 19 Januari 2025 saat menjabat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan. Aset terbesarnya berupa satu bidang tanah dan bangunan di Tanah Bumbu senilai Rp 4 miliar. Ia juga memiliki satu mobil bernilai Rp 125 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 67 juta. Hanif tidak memiliki utang, sehingga total asetnya mencapai Rp 4.192.000.000.
2. Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Jumhur Hidayat melaporkan kekayaan dua kali. Pertama pada 5 Desember 2007 sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, dengan harta Rp 2,2 miliar. Kedua pada 19 Mei 2014, namun file LHKPN tahun tersebut tidak dapat diakses dan nilainya tercatat negatif Rp 3,37 miliar.
3. Dudung Abdurachman: Kepala Staf Presiden
Dudung Abdurachman melaporkan kekayaan Rp 13,3 miliar pada 31 Desember 2024 saat menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan. Aset terbesarnya berupa enam bidang tanah di Magelang, Subang, dan Bandung senilai Rp 8 miliar. Ia juga memiliki dua mobil dan satu motor senilai Rp 1,1 miliar, serta kas dan setara kas Rp 1,86 miliar.
4. Muhammad Qodari: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
Muhammad Qodari melaporkan kekayaan Rp 261,9 miliar pada 31 Desember 2024 sebagai Kepala Staf Presiden. Aset terbesarnya berupa 176 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 182,7 miliar.
5. Hasan Nasbi: Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
Hasan Nasbi melaporkan kekayaan Rp 40,4 miliar pada 31 Desember 2025 saat menjabat Komisaris Independen PT Pertamina Persero. Ia memiliki sembilan aset tanah dan bangunan senilai Rp 15 miliar, serta empat mobil dan satu motor senilai Rp 8 miliar.
6. Abdul Kadir Karding: Kepala Badan Karantina Indonesia
Abdul Kadir Karding memiliki total harta Rp 16,1 miliar. Aset terbesarnya berupa 20 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 14,27 miliar. Ia juga memiliki dua mobil dan satu motor senilai Rp 950 juta.



