Bupati Bandung Ancam Ambil Alih Perbaikan Jembatan Sasak Geulis dari Pemprov Jabar
Bupati Bandung Ancam Ambil Alih Perbaikan Jembatan Sasak Geulis

Bupati Bandung Ancam Ambil Alih Kewenangan Perbaikan Jembatan Sasak Geulis dari Pemprov Jabar

Bupati Bandung Dadang Supriatna telah melontarkan peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait lambannya penanganan Jembatan Sasak Geulis atau yang juga dikenal sebagai Jembatan Dayeuhkolot. Ancaman pengambilalihan kewenangan perbaikan jembatan itu disampaikan karena kondisi struktur yang dinilai semakin berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan.

Kondisi Jembatan yang Mengkhawatirkan

Jembatan Sasak Geulis, yang terletak di wilayah Kabupaten Bandung, saat ini mengalami kerusakan serius berupa retakan pada badan jembatan. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai dari pihak berwenang. Dadang Supriatna menegaskan bahwa kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan yang dapat membahayakan nyawa masyarakat.

Bupati Bandung menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi ini. Usulan perbaikan telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah provinsi, baik melalui jalur formal maupun komunikasi langsung. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang ada.

Ancaman Pengambilalihan Kewenangan

Dalam pernyataannya, Dadang Supriatna mengancam akan mengambil alih kewenangan perbaikan jembatan jika Pemprov Jawa Barat terus menunjukkan kelambanan dalam menangani masalah ini. Ancaman ini bukan sekadar retorika, melainkan didasari oleh keprihatinan mendalam terhadap keselamatan publik. Bupati menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, dan penundaan perbaikan hanya akan memperburuk kondisi jembatan yang sudah rapuh.

Langkah ini dianggap sebagai upaya terakhir untuk memastikan bahwa Jembatan Sasak Geulis segera mendapatkan perhatian yang serius. Dadang Supriatna berharap ancaman tersebut dapat mendorong Pemprov Jawa Barat untuk segera bertindak, sehingga tidak perlu terjadi pengambilalihan kewenangan yang bisa menimbulkan ketegangan antar pemerintah daerah.

Dampak terhadap Masyarakat dan Lalu Lintas

Kerusakan Jembatan Sasak Geulis telah memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat di sekitar wilayah Dayeuhkolot. Pengguna jalan, termasuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, terpaksa melintasi jembatan dalam kondisi yang tidak aman. Hal ini tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga dapat mengganggu perekonomian lokal akibat terganggunya arus distribusi barang dan jasa.

Masyarakat setempat pun telah menyuarakan kekhawatiran mereka melalui berbagai saluran, mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan. Respons dari Pemprov Jawa Barat dinilai masih kurang memadai, sehingga memicu reaksi tegas dari Bupati Bandung. Dengan ancaman pengambilalihan kewenangan ini, diharapkan ada percepatan dalam proses perbaikan jembatan yang telah lama tertunda.