4.000 ASN Akan Menjadi Komponen Cadangan Setelah Pelatihan Dua Bulan
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengumumkan rencana pelatihan bagi 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi Komponen Cadangan (Komcad). Program ini dijadwalkan dimulai pada April 2026 dan akan berlangsung selama sekitar dua bulan.
Seleksi Ketat dan Pelibatan 49 Kementerian/Lembaga
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyatakan bahwa Kemhan telah meminta 49 kementerian dan lembaga (K/L) untuk mengirimkan nama-nama ASN yang akan dilatih. "Kita akan mulai dengan 4.000 ASN yang akan kita didik sebagai Komcad dari semua kementerian," ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026).
Donny menekankan bahwa nama-nama ASN yang diajukan akan melalui proses seleksi terlebih dahulu. Ia juga memastikan bahwa pelatihan ini tidak akan mengganggu tugas utama para ASN. "Ini kan hanya sekitar dua bulan mereka mendapatkan pelatihan Komcad ini, setelah itu mereka kembali lagi melaksanakan tugas sebagai ASN," jelasnya.
Fokus pada ASN Jakarta dan Dasar Hukum
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie telah menyampaikan bahwa pelatihan Komcad akan difokuskan pada ASN di Jakarta untuk semester pertama 2026. Sasaran pelatihan adalah ASN berusia 18 hingga 35 tahun yang akan menerima pelatihan dasar militer.
Program Komcad ini memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN). Pasal 28 ayat (2) UU tersebut menyatakan bahwa Komponen Cadangan merupakan pengabdian dalam usaha pertahanan negara yang bersifat sukarela.
Dengan demikian, ASN sebagai warga negara Indonesia secara hukum memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari Komcad. Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan negara dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di sektor pemerintahan.