Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai daerah. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat harus menjadi simbol kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata.
Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian
Hingga Minggu, 24 Mei 2026, pembangunan yang melibatkan tujuh BUMN Karya telah berjalan di 86 lokasi. Sebanyak 67.542 tenaga kerja dikerahkan dengan rata-rata progres realisasi mencapai 62,19 persen. Seluruh proyek ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Percepatan ini menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan Dony bersama direksi Karya Group pada Senin, 25 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah percepatan sekaligus memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai target.
Penguatan Aspek Legal dan Pendanaan
Dony Oskaria menyatakan bahwa BP BUMN juga mendorong penguatan aspek legal serta hubungan kelembagaan dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat proses penyelesaian pembangunan di lapangan. Dukungan pendanaan akan terus diperkuat untuk kelancaran proyek, sementara BUMN Karya didorong lebih selektif dalam menentukan vendor dan subkontraktor agar kualitas pembangunan tetap terjaga. Monitoring progres dilakukan secara berkala setiap minggu untuk memastikan setiap hambatan segera ditindaklanjuti.
Sinergi Antar BUMN
Menurut Dony, sinergi antar BUMN tidak hanya diarahkan pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan proyek berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pengawalan intensif yang dilakukan BP BUMN bersama Danantara diharapkan mampu mempercepat hadirnya fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas di berbagai daerah.



