Mendagri dan Mensos Salurkan Bansos Tahap Pertama Rp878 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Bansos Tahap Pertama Rp878 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Pemerintah Salurkan Bansos Tahap Pertama Rp878 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyerahkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana, dengan total nilai mencapai hampir Rp900 miliar.

Detail Penyaluran Bansos Tahap Pertama

Bantuan sosial tahap pertama ini disalurkan kepada tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp878.681.800.000, yang terdiri dari beberapa komponen utama. Penyerahan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra, bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

Bantuan tersebut meliputi:

  • Bantuan Isian Hunian (BIH) dan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) yang diberikan kepada 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Rinciannya adalah BIH senilai Rp203.658.000.000 dan BSSE senilai Rp339.430.000.000, sehingga total untuk komponen ini mencapai Rp543.088.000.000.
  • Jaminan Hidup (Jadup) yang disalurkan kepada 248.588 Penerima Manfaat (PM) dengan nilai Rp450.000 per bulan selama tiga bulan. Total anggaran Jadup mencapai Rp335.593.800.000.

Seluruh bantuan ini disalurkan melalui PT Pos Indonesia untuk memastikan distribusi yang lancar dan terarah. "Nanti ada gelombang [pemberian bantuan] berikutnya," ujar Mendagri dalam kesempatan tersebut, menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan berkelanjutan.

Rincian Bantuan per Provinsi

Berikut adalah rincian penyaluran bansos tahap pertama di setiap provinsi:

  1. Provinsi Aceh: Total bantuan mencapai Rp450.765.150.000. BIH dan BSSE diberikan kepada 35.085 KPM dengan total Rp280.680.000.000, sementara Jadup disalurkan kepada 125.989 penerima manfaat senilai Rp170.085.150.000. Mendagri menyebutkan bahwa sebagian besar bantuan terkonsentrasi di Pidie Jaya.
  2. Provinsi Sumatera Utara: Total bantuan senilai Rp82.809.950.000. BIH dan BSSE diberikan kepada 3.676 KPM dengan total Rp29.408.000.000, dan Jadup disalurkan kepada 39.557 penerima manfaat senilai Rp53.401.950.000.
  3. Provinsi Sumatera Barat: Total bantuan mencapai Rp43.440.100.000. BIH dan BSSE diberikan kepada 3.539 KPM dengan total Rp28.312.000.000, dan Jadup disalurkan kepada 11.206 penerima manfaat senilai Rp15.128.100.000.

Dukungan Tambahan dan Tujuan Penyaluran

Selain bansos, pemerintah juga memberikan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 kepada tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Hal ini diumumkan dalam acara hybrid yang digelar dari Gedung MTQ Pidie Jaya, Aceh. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan dan mendukung percepatan pemulihan sosial ekonomi di wilayah terdampak.

Pemerintah memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran berdasarkan data yang telah diverifikasi, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima. Dengan langkah ini, diharapkan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal.