Founder CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, memberikan pesan kepada 199 siswa lulusan angkatan VI SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo, Jawa Tengah. Anita mengingatkan agar generasi muda tidak hanya mengandalkan selembar ijazah.
Pengalaman di China
Anita menceritakan pengalamannya bersama sang suami, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, saat berkunjung ke China untuk mempelajari perkembangan teknologi, khususnya di raksasa e-commerce Alibaba. Ia melihat sendiri bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga robotik mulai menggeser peran manusia.
"Teknologi di sana sudah merambah ke segala bidang dan tentunya berdampak ke pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia, sekarang sudah digantikan oleh teknologi. Baik itu untuk analisa, desain, hingga penulisan laporan," kata Anita saat memberikan sambutan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026).
Pentingnya Adaptasi dan Pembelajaran Berkelanjutan
Anita menekankan pentingnya beradaptasi dan terus belajar. Menurutnya, ijazah saja tidak akan cukup untuk menghadapi dunia luar yang berubah secepat kilat. "Bunda mengingatkan kalian semua, kita tidak bisa mengandalkan dari ijazah saja. Kita akan tertinggal jauh kalau kita tidak mau belajar di zaman yang sangat berubah secepat kilat ini," tegasnya.
Anita optimistis anak didiknya mampu menjadi pemenang. Ia menilai teknologi tercanggih sekalipun tidak memiliki jiwa dan tempaan hidup seperti yang dimiliki oleh para siswa CT Arsa Foundation.
"Teknologi AI dan alat bantu itu bukanlah saingan yang harus ditakuti, tetapi kalian harus bisa beradaptasi. Kalian harus inovatif, kalian harus agile," tegas Anita.
Komitmen CT Arsa Foundation
Anita menegaskan, CT Arsa Foundation berkomitmen dalam memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan berkualitas bukan sekadar isapan jempol. Hingga saat ini, SMA Unggulan CT Arsa telah meluluskan 2.011 siswa berprestasi dari Deli Serdang dan Sukoharjo.
"Bukan hanya jumlah yang membanggakan, tetapi 98% mereka diterima di perguruan top di Indonesia. Mereka diterima di ITB, UGM, Brawijaya, IPB, UI, dan lain sebagainya," ungkap Anita.



