Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Anis Matta, menilai bahwa gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi di Jakarta dan berbagai daerah belakangan ini merupakan indikasi demokrasi yang sehat. Menurutnya, aksi-aksi tersebut membuktikan bahwa negara menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Demokrasi Sehat dan Ruang Ekspresi Bebas
“Aksi-aksi mahasiswa ini menunjukkan demokrasi kita sehat. Artinya ada ruang untuk berekspresi secara bebas, yang dijamin oleh konstitusi kita,” ujar Anis usai menghadiri Bimbingan Teknis anggota DPRD Partai Gelora di Jakarta, Sabtu (13/6).
Anis yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gelora menambahkan bahwa hubungan antara negara dan masyarakat sipil saat ini berjalan harmonis. Ia mengakui adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah, namun pemberian ruang penyampaian pendapat melalui demonstrasi justru akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah.
“Ini insyaallah akan memicu pemerintah untuk bekerja lebih baik. Jadi, saya tidak melihat ada sesuatu yang perlu kita khawatirkan,” katanya.
“Sekali lagi ini menunjukkan demokrasi kita sehat, dan kita tentu mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang mungkin saja secara umum bisa kita katakan mewakili suara publik atau suara rakyat di Indonesia untuk hal-hal yang mereka tuntut,” imbuh Anis.
Isu yang Disorot Mahasiswa
Massa mahasiswa yang didominasi BEM se-UI dalam aksinya menyoroti sejumlah isu terkini, antara lain pelemahan rupiah, APBN, kenaikan BBM, hingga program MBG. Demo tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di Solo, Bandung, dan Yogyakarta.
Tuntutan Mahasiswa
- Stop pemborosan APBN
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
- Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
- Hentikan militerisme di ranah sipil
- Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah



