768 Praja IPDN Diterjunkan Lagi ke Aceh Tamiang, Fokus Bersihkan Lumpur
768 Praja IPDN Dikirim ke Aceh Tamiang untuk Bersihkan Lumpur

768 Praja IPDN Diterjunkan Lagi ke Aceh Tamiang, Fokus Bersihkan Lumpur

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali mengerahkan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sebanyak 768 personel, terdiri dari 731 praja pratama dan 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri, tergabung dalam gelombang ketiga penugasan ini.

Apel Pembukaan Dipimpin Langsung oleh Mendagri Tito

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, memimpin langsung Apel Pembukaan Gelombang III Satuan Tugas IPDN Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang. Acara berlangsung pada Sabtu (4/4) di Halaman Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Tito menjelaskan bahwa penugasan praja gelombang pertama berfokus pada pembersihan kawasan perkantoran, sementara gelombang kedua memperluas cakupan ke lingkungan masyarakat. "Gelombang ketiga ini difokuskan pada penanganan lokasi yang masih terdampak berat, terutama akibat endapan lumpur," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Target Utama: Selesaikan Titik-Titik Lumpur yang Mengeras

"Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan-persoalan di titik yang masih terkena lumpur, ada yang sudah mengeras," tegas Tito. Ia menambahkan bahwa Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah terdampak bencana cukup berat, khususnya akibat banjir yang menyisakan lumpur dengan ketinggian mencapai beberapa meter. Kondisi ini memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.

Pelaksanaan tugas gelombang ketiga direncanakan berlangsung selama satu bulan, dengan target sejumlah dusun terdampak. "Kalau bisa lebih cepat, mereka akan digeser ke tempat yang lainnya, yang memerlukan bantuan," tambah Tito.

Pesan untuk Praja dan Dukungan Peralatan

Tito berpesan kepada para praja agar mencontoh keberhasilan penugasan dua gelombang sebelumnya dengan bekerja keras, tulus, serta menjaga kesehatan dan disiplin selama bertugas. "Jaga kesehatan mereka masing-masing, dan jangan sampai membuat pelanggaran-pelanggaran," tegasnya.

Guna mendukung kerja di lapangan, Kemendagri telah menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual seperti cangkul dan sekop hingga alat berat dan dump truck. Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan dan Bupati Deli Serdang yang turut membantu penyediaan sarana dan prasarana.

Hadirnya Pejabat Tinggi dan Dukungan Daerah

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang, serta pejabat terkait lainnya. Selain itu, hadir pula Rektor IPDN Halilul Khairi, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta pejabat Kemendagri lainnya.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana, dengan melibatkan generasi muda dari IPDN untuk berkontribusi langsung di lapangan. Diharapkan, upaya ini dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga