Viral di media sosial aksi seorang kepala sekolah (kepsek) di Ciputat, Tangerang Selatan, yang menegur warga lokal (warlok) karena membakar sampah di samping tembok sekolah. Kepsek tersebut meminta warga tidak membakar sampah karena aktivitas itu membahayakan kesehatan.
Kronologi Kejadian
Kepsek bernama Ari Wibowo itu menegur pihak yang membakar sampah di samping tembok sekolahnya yang berlokasi di Tanah Tingal, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/5/2026).
"Iya sering kami temui di dekat tembok sekolah. Saya tegur pelan-pelan 'kenapa nih dibakar? Ini kan ada sekolah, asapnya kena murid-murid'," kata Ari, Jumat (8/5/2026).
Dalam video yang diunggahnya, terlihat asap pembakaran sampah cukup pekat membubung di atas tembok pembatas sekolah. Pembakaran sampah itu dilakukan di jalan di samping sekolah.
Alasan Teguran
Ari mengatakan sengaja menegur pihak yang membakar sampah tersebut karena murid-murid berhak belajar di lingkungan yang sehat. Saat itu para murid hendak pulang, sementara asap pembakaran sampah mulai membuat resah banyak pihak.
"Jadi itu sekitar jam 11, menjelang anak pulang sekolah. Lalu ada asap, saya cari tahu. Saat saya belum negur, sudah ada orang tua yang mau chat admin sekolah 'eh Pak Ari untung keluar, kita baru mau laporan asap ini'," katanya.
Respons Warga
Pihak yang ditegur lalu mematikan pembakaran sampah. Ari sempat mengajak mereka untuk bekerja sama mengolah sampah menjadi barang berguna dan ramah lingkungan.
"Saya ajak kerja sama berbasis solusi untuk olah sampah menjadi kompos," ucapnya.
Edukasi Lingkungan di Sekolah
Ari mengatakan di sekolahnya, para siswa juga diberikan wawasan cinta lingkungan, termasuk mengolah sampah organik, plastik, dan limbah elektronik. Mereka juga berkolaborasi bersama RT dan RW dalam menjaga lingkungan.
"Apalagi di Tangsel kan sudah ada perda larangan bakar sampah, dengan ancaman denda. Jadi kita ajarkan siswa menjadi pejuang bumi, menjaga lingkungan sekitar," katanya.



