Viral Harimau Kurus Disorot Terkait Korupsi Rp10,2 M, KBS Buka Suara
Viral Harimau Kurus Disorot Terkait Korupsi, KBS Buka Suara

Jakarta - Kasus dugaan korupsi dana operasional Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menjerat mantan Direktur Utama (Dirut) Choirul Anwar kembali memicu sorotan publik. Sejumlah foto lama satwa yang bertubuh kurus viral di media sosial, dikaitkan dengan perkara korupsi pengelolaan keuangan KBS periode 2016-2024 yang merugikan negara Rp 10,2 miliar. Dugaan penyimpangan dana pakan satwa menjadi pusat perhatian, memicu beredarnya kembali gambar-gambar satwa yang tampak sakit dan kekurangan gizi.

Foto Harimau Sumatera Melani Jadi Sorotan

Salah satu foto yang paling banyak dibagikan adalah Melani, harimau Sumatera yang pada 2013 sempat mengalami kondisi kritis dengan tubuh sangat kurus. Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan perkara korupsi yang saat ini diusut Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Untuk memastikan kondisi terkini, detikJatim mendatangi kawasan kandang karnivora KBS.

Keeper harimau Sumatera, Sumartono, menjelaskan bahwa menjaga kesehatan harimau bukan sekadar memberi makan setiap hari, tetapi memastikan berat badan satwa tetap ideal. "Yang paling penting justru menjaga posturnya. Harimau tidak boleh terlalu gemuk, tapi juga tidak boleh terlalu kurus," ujar Sumartono kepada detikJatim.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pakan Disesuaikan dengan Kondisi Individu

Menurut Sumartono, kebutuhan pakan setiap harimau berbeda. Meski menu utamanya sama, berupa daging sapi, ayam, hingga kepala ayam, jumlahnya disesuaikan dengan berat badan, postur, dan aktivitas masing-masing satwa. Penentuan porsi tersebut tidak diputuskan keeper sendiri. Evaluasi dilakukan bersama kepala bagian, dokter hewan, hingga ahli nutrisi agar kondisi tubuh satwa tetap terpantau secara berkala.

KBS: Foto yang Viral Dokumentasi Lama

Sementara itu, terkait viral foto satwa kurus di media sosial, Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS Nurika Widyasanti menjelaskan bahwa sebagian besar foto tersebut merupakan dokumentasi lama, jauh sebelum pengelolaan KBS berada di bawah Perusahaan Umum Daerah (Perumda).

Menurut Nurika, foto yang beredar di antaranya menampilkan Melani harimau Sumatera pada 2013, Bety orang utan yang mati akibat penyakit paru-paru pada 2013, Beno beruang grizzly yang mengalami tumor kulit pada 2010, hingga Dumbo, gajah yang mati pada 2021 akibat dugaan elephant herpesvirus.

"Jadi kalau untuk satwa-satwa yang saya lihat di gambar sebelumnya, seperti Melani, Bety, Beno atau siapa lagi ya ada beberapa satwa yang gambar itu merupakan gambar lama. Dan merupakan satwa kurang lebih di saat itu belum dalam pengelolaan Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya," jelasnya. "Jadi sudah di era 2000-an itu. Jadi itu adalah gambar yang di-upload kembali dan bukan satwa atau koleksi satwa kami saat ini," pungkasnya.

Hanya Satu Kematian Satwa Selama Periode Korupsi

Nurika juga menyebut selama periode dugaan korupsi 2016-2024 hanya terdapat satu kematian satwa, yakni gajah Dumbo pada 2021, yang disebut meninggal akibat penyakit, bukan karena kelalaian. "Adapun terjadinya satwa mati itu pastinya sesuatu hal kematian yang normal, bukan menjadi suatu kematian yang dikarenakan kelalaian dan lain sebagainya," kata Nurika kepada wartawan di KBS, Jumat (23/7/2026).

Kasus dugaan korupsi ini masih dalam proses penyidikan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Mantan Dirut KBS Choirul Anwar telah ditetapkan sebagai tersangka dan mengajukan penangguhan penahanan. Publik terus mengawal perkembangan kasus ini, terutama terkait kesejahteraan satwa di lembaga konservasi tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga