Skandal eFishery Rugikan Dana Pensiun Malaysia Rp 875 M, Anwar Ibrahim Angkat Bicara
Skandal eFishery Rugikan Dana Pensiun Malaysia Rp 875 M

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, secara resmi mengonfirmasi bahwa dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) Malaysia, Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), mengalami kerugian hingga RM200 juta atau setara Rp 875,9 miliar akibat investasi di startup eFishery. Kasus ini mencuat setelah terungkapnya manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen eFishery.

Kronologi Skandal eFishery

Skandal besar yang menjerat eFishery pertama kali terungkap setelah adanya laporan dari whistleblower. Investigasi awal oleh FTI Consulting menemukan indikasi pemalsuan pendapatan hampir USD 600 juta dalam periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2024. Pada 15 Desember 2024, situs berita DealStreetAsia yang berbasis di Singapura menerbitkan laporan dugaan fraud yang dilakukan eFishery. Saat itu, startup berstatus unicorn tersebut baru saja mendapatkan pendanaan seri D sebesar USD 200 juta.

Bareskrim Polri telah melakukan penyidikan sejak awal 2024 atas dugaan manipulasi laporan keuangan eFishery. Berdasarkan temuan internal, pemalsuan laporan keuangan dilakukan oleh mantan CEO dan Chief Financial Officer (CFO) sejak awal 2024.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Vonis dan Banding Gibran Huzaifah

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis 9 tahun penjara kepada CEO eFishery, Gibran Huzaifah, atas kasus manipulasi laporan keuangan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ia juga didenda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan. Namun, Pengadilan Tinggi Bandung kemudian menyunat hukuman Gibran menjadi 6 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Hakim PT Bandung menyatakan, "Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 tahun; dan pidana denda sebesar Rp 2.000.000.000 dengan ketentuan apabila dalam waktu 1 bulan sejak putusan memperoleh kekuatan hukum tetap pidana denda tersebut tidak dibayar, maka harta kekayaan atau pendapatan Terdakwa disita dan dilelang oleh Jaksa untuk melunasi pidana denda tersebut." Selain itu, hakim memerintahkan perampasan sejumlah aset Gibran, termasuk rumah di Bandung, untuk pengembalian kerugian korban.

Dampak pada Dana Pensiun Malaysia

Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa KWAP tertipu untuk menginvestasikan hampir RM200 juta di eFishery. Dalam pernyataan tertulis di parlemen, ia menjelaskan bahwa keputusan investasi telah melalui proses evaluasi dan tata kelola berdasarkan informasi yang tersedia, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat internasional.

"Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," kata Anwar. Ia menambahkan bahwa konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen. Beberapa investor institusional internasional terkemuka seperti Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar turut berinvestasi di eFishery.

"Meskipun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang direncanakan, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," tegas Anwar. Dari pendanaan Seri D sebesar USD 200 juta, KWAP menyumbang USD 47,7 juta (RM194,35 juta).

Langkah Hukum dan Pemulihan Dana

Anwar menjawab pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen, mengenai langkah pertanggungjawaban dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP. Ia menyatakan bahwa konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai langkah hukum dan upaya pemulihan dana. KWAP juga telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi.

"Setelah melalui pertimbangan tersebut, tindakan lanjutan telah diambil sesuai dengan kerangka tata kelola kelembagaan dan prinsip-prinsip akuntabilitas," kata Anwar. "KWAP tetap berkomitmen untuk mengelola dana pensiun pegawai negeri sipil secara transparan, etis, dan akuntabel. Perbaikan telah dilakukan untuk memperkuat pengamanan investasi di masa depan."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga