Polisi Klaim Situasi Adonara Kondusif Pasca Bentrokan Berdarah
Situasi Adonara Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Kepolisian Resor Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengklaim situasi keamanan di Kecamatan Adonara Timur pasca bentrokan berdarah antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak telah kembali kondusif. Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menyatakan bahwa masyarakat kini dapat beraktivitas normal dan roda perekonomian sudah pulih.

Kronologi dan Evakuasi Jenazah

Bentrokan terjadi pada Sabtu (18/7) pukul 06.30 Wita, mengakibatkan tiga orang tewas, tujuh luka-luka, dan 20 rumah hangus terbakar. Ketegangan sempat meningkat saat evakuasi jenazah korban bernama Hope (60), warga Desa Narasaosina, yang diduga dibacok saat bentrokan. Aparat terkendala oleh ratusan massa yang menghalangi jalan.

Namun, setelah negosiasi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepolisian dengan tokoh masyarakat, jenazah berhasil dievakuasi. AKBP Adhitya Octorio Putra mengungkapkan, "Kemarin itu yang agak tegang setelah bentrok saat akan melakukan evakuasi terhadap satu jenazah korban yang tergeletak di jalan raya. Petugas di lapangan mengalami hambatan karena terhalang oleh ratusan massa."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengamanan dan Patroli

Meskipun situasi telah kondusif, aparat gabungan TNI dan Polri tetap waspada dengan patroli rutin. Personel Brimob dari Kompi 4 Batalyon B Maumere dan Satuan Brimob Polda NTT, termasuk tim penjinak bom (jibom) Gegana Brimob, telah dikerahkan untuk penebalan personel. Polri bersinergi dengan TNI dari Kodim 1624 Flores Timur dan Koramil Adonara Timur.

Tiga pos pengamanan didirikan di Desa Narasaosina, Waiburak, dan Susteran. Ratusan personel gabungan terus melakukan pemantauan, penyisiran, dan patroli di wilayah kedua desa yang berkonflik. AKBP Adhitya menegaskan, "Sekarang sudah kondusif, di lapangan masyarakat sudah bisa beraktivitas, roda perekonomian juga sudah kembali normal."

Penyebab dan Penyelidikan

Bentrokan dipicu oleh sengketa tanah ulayat dan batas wilayah antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Polisi saat ini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan dan pembakaran rumah. AKBP Adhitya menyatakan, "Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku bentrokan yang terlibat dalam pembunuhan dan pembakaran rumah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum."

Imbauan dan Langkah Ke Depan

Kapolres Flores Timur mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga situasi kondusif yang telah tercipta. Fokus saat ini adalah mencegah bentrokan susulan dan memastikan keamanan bagi masyarakat umum. "Kami masih fokus untuk menjaga kondusifitas yang sudah tercipta karena itu untuk kepentingan masyarakat umum," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga