Prabowo Singgung Seragam Hijau dan Cokelat Jadi Beking Pejabat Korup
Seragam Hijau dan Cokelat Jadi Beking Pejabat Korup

Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik melalui pidatonya di Gedung DPR pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam pidato yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, ia menyoroti perilaku aparat penegak hukum yang kerap menjadi bekking atau pelindung bagi para pejabat korup. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026.

Prabowo Soroti Perilaku Nakal Pejabat

Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan mengkritik perilaku nakal para pejabat, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang terlibat dalam praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa bagaimanapun cerdiknya cara menyembunyikan tindakan korup, pada akhirnya akan mudah terungkap. “Saya sedih kalau banyak pejabat korupsi, cepat ketahuannya,” ujar Prabowo dengan nada prihatin.

Beking Berbasis Seragam

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa praktik korupsi seringkali tidak berdiri sendiri. Ada pihak-pihak tertentu yang berada di belakang para pejabat korup, dan mereka biasanya berasal dari institusi berwarna seragam hijau atau cokelat. “Tapi biasanya mereka ada bekingnya. Biasanya seragamnya kalau nggak hijau ya cokelat,” kata Prabowo yang langsung disambut riuh anggota DPR. Pernyataan ini secara implisit merujuk pada oknum TNI (hijau) dan Polri (cokelat) yang menyalahgunakan wewenang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tegas Tindak Aparat Nakal

Mantan Menteri Pertahanan ini menegaskan komitmennya untuk menindak tegas aparat keamanan yang terbukti nakal dan korup. Ia tidak ingin institusi TNI dan Polri tercoreng oleh ulah segelintir oknum. “Saya ini senior, saya alumni. Jadi saya nggak ragu. Jangan cemarkan TNI dan Polri. TNI dan Polri itu milik rakyat dan harus berjuang untuk rakyat,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Ajakan Masyarakat Awasi Aparat

Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi perilaku aparat keamanan. Ia meminta agar masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan aparat yang bertindak di luar tugas dan kewajibannya. “Rakyat tidak bodoh lagi. Kalau aparat nggak beres, langsung videokan. Jangan dilawan, videokan saja dan lapor ke saya,” imbau Prabowo. Ia juga mengingatkan aparat keamanan untuk tidak bermain-main dengan rakyat, karena setiap tindakan mereka kini mudah diawasi.

Pidato ini menjadi sorotan karena dianggap sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum. Dengan adanya pernyataan tegas dari kepala negara, diharapkan praktik beking terhadap pejabat korup dapat diminimalisir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga