Saksi Ungkap Amplop Berkode untuk Pejabat Bea Cukai dalam Sidang Suap
Saksi Ungkap Amplop Berkode untuk Pejabat Bea Cukai

Sidang lanjutan kasus suap tiga pejabat Bea Cukai di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Selasa (14/7/2026) menghadirkan kesaksian anak buah pemilik PT Blueray Cargo, John Field atau Koh John. Saksi mengungkapkan adanya amplop berkode yang berisi uang tunai untuk pejabat Bea Cukai Kementerian Keuangan, serta fasilitas karaoke yang dibayar menggunakan kartu kredit.

Jaksa KPK: Bukan Sekadar Apes, tapi Masalah Sistem

Jaksa KPK M Takdir Suhan dalam pernyataan pembukanya menegaskan bahwa penangkapan para pejabat Bea Cukai dalam operasi tangkap tangan (OTT) bukan sekadar nasib sial, melainkan cerminan masalah sistemik. "Harapan kami, dalam pembuktian perkara ini dapat menjadi momen yang membuka mata publik terkait pelayanan umum yang selama ini terjadi, sehingga upaya untuk dilakukan pembenahan tidak sebatas wacana singkat dan harapan semu karena adanya perkara ini atau yang biasa disebut oleh publik maupun netizen 'Kena OTT KPK efek lagi apes aja'," ujar jaksa Takdir. Ia menambahkan, "Akan tetapi menjadi pembenahan sistem yang benar-benar berintegritas, khususnya di internal Bea Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia."

Tiga terdakwa dalam sidang ini adalah Rizal (Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai), Sisprian Subiaksono (Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai), dan Orlando Hamonangan (Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I). Mereka didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai total Rp 78,8 miliar. Uang tersebut diduga diberikan oleh John Field, Dedy Kurniawan Sukolo (Manajer Operasional Custom Clearance), dan Andri (Ketua Tim Dokumen Importasi) dari Blueray Cargo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Asisten Pribadi John Field Bersaksi soal Amplop Berkode

Saksi Yohanes Setiawan, asisten pribadi John Field, mengaku mengetahui adanya amplop berisi uang tunai yang disiapkan untuk pejabat Bea Cukai. Dalam persidangan, jaksa bertanya tentang teknis pemberian uang tersebut. "Disiapkan cash, tunai, dalam amplop, Pak, dan dikasih kode nama yang di sesuai catatan," jawab Yohanes. Ia menjelaskan bahwa uang dalam amplop disatukan dalam goodie bag lalu diserahkan kepada John Field. Yohanes juga menyebutkan adanya kode angka 1, 2, 3 yang tertulis di amplop, yang pernah dilihatnya langsung saat membawa amplop tersebut atas perintah John.

Jaksa kemudian menampilkan foto amplop dari chat WhatsApp di ponsel Yohanes. Jaksa meminta Yohanes untuk tidak pura-pura lupa soal kode tersebut. "Ini di komunikasi handphone Saksi, ya. Makanya tolong jangan diamnesiakan-lah. Ini penuntut umum yang kode di amplop tadi supaya disebutkan," ujar jaksa.

HRD Blueray Cargo Ungkap Kode Amplop: BC, Sales 2, dan Biru

HRD PT BlueRay Cargo, Viny Liverie Lie, juga memberikan kesaksian. Ia mengaku menyiapkan 13 amplop untuk pejabat Ditjen Bea Cukai Kemenkeu sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Salah satu amplop berisi Rp 5 miliar dengan kode 'D'. Hakim bertanya apakah kode 'D' merujuk pada pejabat tertentu, namun Viny menjawab tidak tahu. "Karena dari Pak John, pas ngasih kode-kode tersebut, dia suruh saya tulisnya BC," jawab Viny. Pemberian dengan kode 'D' dilakukan hingga Desember 2025.

Viny juga mengungkapkan tiga kode yang ditulis di amplop: BC, Sales 2, dan Biru. Jaksa bertanya, "Sales 2, itu kode ini (Bea Cukai)? Selain itu apa lagi?" Viny menjawab, "Biru." Jaksa memastikan bahwa penyebutan kode-kode itu berasal dari John Field, dan Viny membenarkan.

Chat 'Wkwk' Sindir Pejabat Bea Cukai yang Terus Minta Uang

Dalam sidang, jaksa menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Viny dan Yohanes. Percakapan itu berisi 'Wkwk' yang merespons permintaan uang dari pejabat Bea Cukai. Viny menjelaskan bahwa itu hanya candaan dengan Yohanes, namun mengakui bahwa John Field pernah menyampaikan keluhan soal pejabat Bea Cukai yang terus meminta uang. "Pak John pernah menyampaikan sih," ujar Viny. Jaksa kemudian bertanya, "Apa yang membuat saksi jadi bisa paham BC ini selalu identik?" Viny menjawab, "Masalah uang."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Kartu Kredit untuk Karaoke Pejabat Bea Cukai

Selain amplop, Yohanes juga mengaku memegang kartu kredit yang diberikan oleh John Field untuk membayar fasilitas karaoke bersama pejabat Bea Cukai. Ia mencontohkan pertemuan di Grand Mercure, di mana ia membayar karaoke dengan Orlando Hamonangan menggunakan kartu kredit. Rekapan biaya dicatat oleh finance bernama Koh Indra. Yohanes mengatakan bahwa ia, Koh Andri, dan Koh Dedy masing-masing memegang kartu kredit untuk keperluan serupa. Namun, Yohanes hanya memfasilitasi Orlando, sementara rekannya membayari karaoke pejabat lainnya.