Bediding: Fenomena Alam Suhu Dingin di Musim Kemarau Indonesia
Fenomena Bediding: Suhu Dingin di Musim Kemarau (15.07.2026)

Sejumlah wilayah di Indonesia mulai merasakan suhu udara yang lebih dingin pada malam hingga pagi hari selama musim kemarau. Kondisi ini dikenal sebagai bediding, fenomena atmosfer yang lazim terjadi setiap tahun, terutama di wilayah dataran tinggi dan saat cuaca cerah.

Penjelasan BMKG tentang Bediding

Prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dina Ike, menjelaskan bahwa bediding bukanlah cuaca ekstrem, melainkan proses atmosfer alami. "Bediding bukan fenomena yang 'melanda' seperti kejadian cuaca ekstrem, tetapi merupakan kondisi atmosfer yang menyebabkan udara terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari," ujar Dina, dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/7/2026).

Penyebab dan Karakteristik Bediding

Fenomena ini terjadi karena pada musim kemarau, langit cenderung cerah tanpa awan. Pada malam hari, radiasi panas dari permukaan bumi dilepaskan ke atmosfer secara maksimal tanpa terhalang awan, sehingga suhu udara turun drastis. Daerah dataran tinggi atau pegunungan lebih sering merasakan bediding karena ketinggiannya yang membuat suhu lebih rendah. Proses ini berbeda dengan gelombang dingin atau cuaca ekstrem lainnya yang disebabkan oleh sistem tekanan tinggi atau massa udara dingin dari kutub.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Antisipasi

Meskipun alami, bediding dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pegunungan seperti Dieng, Malang, atau Lembang. Suhu dingin pada pagi hari dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti hipotermia ringan, flu, atau masalah pernapasan. BMKG mengimbau masyarakat untuk mengenakan pakaian hangat, terutama pada malam dan pagi hari, serta menjaga kesehatan dengan asupan nutrisi yang cukup. Bagi petani, bediding juga berdampak pada tanaman, seperti embun beku yang dapat merusak sayuran. Oleh karena itu, petani disarankan untuk menutup tanaman dengan plastik atau jerami pada malam hari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga