Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, semakin percaya diri bahwa tidak ada kebocoran anggaran dalam proyek pengadaan sepatu untuk pelajar di sekolah rakyat yang menelan biaya Rp 27 miliar. Proyek ini sempat menjadi perbincangan hangat publik karena harga per pasang sepatu mencapai Rp 700 ribu.
Audiensi dengan KPK Perkuat Keyakinan
Keyakinan Gus Ipul ini disampaikan setelah dirinya melakukan audiensi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (8/5/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Gus Ipul dan jajarannya mendapatkan banyak masukan, terutama terkait pencegahan dan potensi celah korupsi untuk anggaran tahun mendatang.
“Ya sepanjang yang saya tahu tidak ada kebocoran dan kalau ada kebocoran, saya dan Pak Wamen akan menjadi pihak pertama yang melaporkan,” tegas Gus Ipul di lokasi audiensi.
Masukan untuk Program Prioritas Nasional
Gus Ipul berharap kajian dari KPK dapat memperkuat program prioritas nasional, termasuk Sekolah Rakyat yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo, serta program lainnya di Kementerian Sosial. “Tentu KPK akan melakukan pendalaman ya, tentang informasi yang sudah diberikan oleh masyarakat atau yang sudah kami berikan,” ujarnya.
Apresiasi dari KPK
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, mengapresiasi langkah Mensos dan jajarannya. Menurutnya, hal ini menunjukkan keterbukaan sebuah instansi dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. “Pak Menteri, Pak Wamen dan beserta jajarannya yang sudah mulai terbuka, sehingga diharapkan kita dapat melakukan pencegahan tindak pidana korupsi sedini mungkin. Kita mendukung program-program yang baik ini,” kata Ibnu.
Ibnu berharap tidak ada penyelewengan atau penyimpangan anggaran dalam program kerja Kementerian Sosial. KPK telah menyampaikan potensi risiko terhadap peluang terjadinya korupsi sebagai bagian dari fungsi pencegahan. “Tadi disampaikan hal-hal, risiko-risiko di mana bisa terjadinya korupsi, di mana ada penyelewengan sehingga dapat dideteksi sedini mungkin agar tidak terjadi,” jelas Ibnu.
“Namun apabila ada suatu penyelewengan, silakan tetap kepada rekan-rekan untuk menyikapi, kami tetap terbuka. Yang jelas kunjungan ini adalah dalam rangka pencegahan tindak pidana,” tutup Ibnu.



