Polri Sita Puluhan Kg Emas dan Uang Asing di Bogor Terkait 3 Kasus Korupsi
Polri Sita Emas dan Uang Asing di Bogor Terkait Korupsi

Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah di wilayah Bogor, Jawa Barat, terkait kasus korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita puluhan kilogram emas batangan dan uang asing yang disimpan dalam brankas tersembunyi di balik dinding.

Temuan Brankas Tersembunyi di Balik Dinding

Dalam foto yang diterima detikcom, Rabu (8/7/2026) malam, terlihat penyidik sedang menghitung uang yang ditemukan. Diduga hasil temuan tersebut berasal dari brankas yang ditemukan di balik dinding bermotif kayu warna cokelat. Dinding tersebut tampak seperti tidak memiliki ruang di baliknya, namun saat dibuka oleh petugas, terlihat jelas adanya brankas besar berwarna putih.

Polisi menemukan lima buah koper berisi tumpukan emas batang dan uang mata asing. Penyidik juga terlihat menghitung total uang yang ditemukan. Selain itu, polisi sebelumnya menemukan sejumlah dokumen dan handphone saat penggeledahan di de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Uang Tunai Senilai Rp 60 Miliar

Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyatakan bahwa uang dalam brankas besar tersebut dalam bentuk pecahan mata uang asing dan rupiah. Total uang yang ditemukan mencapai Rp 60 miliar. "Kemudian untuk uang yang kita sita SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD. Kemudian USD 889.965. Kemudian uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de'Clan," ujarnya.

Joint Investigation dengan Polda Metro Jaya

Irjen Totok Suharyanto menyebut pengusutan kasus-kasus itu ditangani bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Kasus-kasus itu terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout, kasus ASABRI, dan kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.

"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," ujarnya.

Atensi Presiden Prabowo Subianto

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Budi mengatakan penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. "Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga