Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haerul Saleh, meninggal dunia saat rumahnya di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, dilanda kebakaran. Seorang saksi yang merupakan penjaga rumah bernama Arpen mengungkapkan bahwa Haerul sempat berteriak dari lantai atas rumah saat kejadian.
Kronologi Kebakaran Rumah Haerul Saleh
Arpen, yang berada di lokasi, langsung panik setelah mendengar teriakkan tersebut. Ia segera memberi tahu warga sekitar dan menghubungi pemadam kebakaran. "Kita naik lagi sama ngasih tahu warga sini langsung telpon damkar," jelasnya. Arpen kemudian berusaha naik ke lantai atas untuk memastikan tidak ada orang lain, namun ia mendapati Haerul masih berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi. "Kita naik ke atas, ternyata bapak masih di dalam," imbuhnya.
Kebakaran di rumah Haerul Saleh pertama kali diketahui oleh warga yang melihat kepulan asap hitam dari atap rumah. Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi hal tersebut. "Berdasarkan Informasi dari RT setempat, terlihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar," katanya.
Proses Pemadaman dan Evakuasi
Laporan kebakaran diterima pada pukul 07.53 WIB. Rumah yang terbakar berlokasi di Jalan Teratai Blok G8 RT 03 RW 02 Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Ketua RT setempat segera meminta bantuan pemadam kebakaran. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dan 48 personel dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman dimulai pukul 08.07 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 08.49 WIB.
Diduga api berasal dari cairan kimiawi yang mudah terbakar, tepatnya sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah. Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Pasar Minggu menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.



