Tim nasional sepak bola Meksiko memutuskan untuk mengembalikan hadiah berupa jam tangan mewah merek Rolex yang diberikan oleh YouTuber asal Amerika Serikat, SteveWillDoIt. Keputusan ini diumumkan setelah kontroversi muncul terkait penerimaan hadiah tersebut.
Hadiah Mewah untuk Skuad Meksiko
SteveWillDoIt, yang memiliki nama asli Stephen Deleonardis, mengaku telah menghabiskan dana sekitar 1 juta dolar AS atau setara dengan Rp 17,9 miliar untuk membeli jam tangan Rolex bagi seluruh pemain dan staf timnas Meksiko. Setiap jam tangan diperkirakan memiliki nilai antara 30.000 hingga 90.000 dolar AS, berdasarkan laporan The New York Times pada Minggu (5/7/2026).
Hadiah tersebut diberikan saat SteveWillDoIt bertemu dengan skuad Meksiko sehari sebelum mereka mengalahkan Ekuador 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertemuan ini menjadi momen yang kemudian memicu perdebatan etika di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Alasan Pengembalian Hadiah
Menurut pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF), keputusan untuk mengembalikan hadiah tersebut diambil demi menjaga integritas dan profesionalisme tim. FMF menegaskan bahwa pemain dan staf tidak boleh menerima hadiah bernilai tinggi yang dapat menimbulkan persepsi negatif atau konflik kepentingan.
Seorang juru bicara FMF menyatakan, "Kami berterima kasih atas niat baik SteveWillDoIt, namun sebagai institusi, kami harus menjaga standar etika yang tinggi. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengembalikan semua jam tangan tersebut."
Reaksi Publik dan Dampaknya
Keputusan ini mendapat beragam reaksi dari publik. Sebagian mendukung langkah FMF sebagai bentuk komitmen terhadap integritas, sementara yang lain menilai tindakan ini berlebihan. Di media sosial, tagar terkait pengembalian Rolex menjadi trending topic di Meksiko.
Insiden ini juga memicu diskusi lebih luas tentang pengaruh YouTuber dan selebriti internet dalam dunia olahraga. SteveWillDoIt sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai pengembalian hadiah tersebut.
Dengan pengembalian ini, timnas Meksiko berharap dapat fokus pada pertandingan Piala Dunia tanpa gangguan. Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh bagi tim lain dalam menjaga etika dan profesionalisme.



