Kombes Norul Hidayat menceritakan awal mula dirinya diperintah untuk memimpin Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Norul menyebut atasannya meminta dirinya memberantas praktik pungutan liar (pungli) dan kekerasan di SPN Polda Kepulauan Babel.
"Perintah dari pimpinan untuk melakukan sebuah perubahan, perubahan yang diperintahkannya adalah menghapus pungli dan kekerasan yang ada di SPN," kata Kombes Norul kepada detikcom, Kamis (16/7/2026).
Langkah Awal: Keteladanan dan Larangan Pungli
Hal pertama yang dilakukan Kombes Norul setelah menjabat sebagai Kepala SPN Polda Kepulauan Babel adalah mengumpulkan para personelnya dan memberikan pesan-pesan tentang larangan melakukan pungli kepada peserta didik. Dia juga memberikan contoh agar diteladani oleh anak buahnya.
"Strategi khusus itu lebih kepada arah keteladanan, apa yang harus kita sampaikan itu juga yang harus kita lakukan. Kita harus berani bilang kalau salah itu salah, dan kita harus berani minta maaf untuk memperbaiki ke depannya. Sehingga rasa percaya kepada pimpinan itu ada," ucapnya.
Dampak Pungli dan Kekerasan terhadap Citra Polri
Kombes Norul menyebut adanya praktik pungli dan kekerasan di SPN Polda Kepulauan Babel membuat trauma bagi para orang tua peserta didik. Dampaknya juga sangat dirasakan dalam segi animo masyarakat yang ingin menjadi anggota Polri.
"Dampaknya yang sangat besar adalah citra buat organisasi kita, citra buat profesi kita selaku anggota polisi secara umum. Secara khusus dampaknya juga menjadi penurunan jumlah animo yang mau mendaftar polisi, karena rasa takut nanti kalau masuk habis banyak," ujarnya.
Pendekatan Hati ke Hati dan Filosofi Ki Hadjar Dewantoro
Dia pun melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada seluruh anggotanya agar praktik-praktik pungli dan kekerasan kepada para peserta didik itu dihilangkan. Dia menanamkan agar anak buahnya menjadi guru yang baik untuk para peserta didik.
"Menanamkannya adalah menjadi guru yang baik, saya ingat sekali apa kata Ki Hadjar Dewantoro bahwa guru itu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, itu yang saya tanamkan sama saya pribadi dan juga kepada seluruh personel," katanya.
Keberhasilan Strategi: Pungli Hilang
Strategi Kombes Norul dalam menghapus pungli di SPN Polda Kepulauan Babel relatif berhasil. Kini, praktik-praktik curang itu sudah tidak ada lagi di tempatnya bertugas.
"Kepada seluruh anggota saya, saya berharap kita harus bisa menjadi guru yang baik, karena apa yang kita lakukan itu hasilnya akan menjadi buahnya kita," ujarnya.
Testimoni Orang Tua Siswa: Dari Ragu Menjadi Percaya
Perihal integritas dan kejujuran Kombes Norul serta aksinya memberantas pungli di SPN Polda Kepulauan Babel diungkap oleh Ketua Paguyuban Orang Tua Siswa SPN Polda Kepulauan Babel, Suhdi. Dia menilai Kombes Norul sangat terbuka dalam menyampaikan aturan-aturan di SPN Polda Kepulauan Babel.
"Kami berdialog dengan beliau dan beliau secara terbuka menyampaikan aturan yang ada di SPN ini seperti apa. Tanda-tanda itu keliatan dengan adanya keterbukaan, tapi kami nggak yakin bahwa omongan yang sudah-sudah itu tidak terbukti, tidak yakin saya," ucap Suhdi.
"Mungkin ini baru permulaan, biasanya kan segala sesuatu itu belum bisa menilai integritas seseorang atau pimpinan itu dilihat dari awal, tapi kita menilainya setelah ini proses baru kita lihat," tambahnya.
Suhdi tak menampik jika awalnya dirinya ragu dengan sikap dan kebijakan Kombes Norul. Namun keraguannya pudar ketika anaknya bisa lolos sebagai Bintara Polri dan menempuh pendidikan kepolisian tanpa dipungut biaya-biaya di luar ketentuan yang telah ditetapkan.
"Anak saya, teman angkatan anak saya dan angkatan sesudahnya itu sudah jelas membuktikan bahwa SPN ini secara langsung maupun tidak langsung kita bisa lihat ini sudah berjalan pada koridor yang benar," kata Suhdi.
"Kalau ada seribu atau sejuta orang seperti Pak Norul, saya yakin kepolisian itu akan lebih baik," sambungnya.
Dukungan Anggota: Mindset Berubah
Integritas dan kejujuran Kombes Norul juga diapresiasi oleh anggotanya, Kakorsis SPN Polda Kepulauan Babel Kompol Surtan Sitorus. Dia berkomitmen untuk mendukung kerja-kerja yang dipimpin oleh Kombes Norul.
"Pertama saya menghadap sama beliau ini yang pertama ditekankan jangan pungli. Kita dukung proses mekanisme kepemimpinan beliau karena ini harapan kita bersama di mana citra Polri ini baik di tengah masyarakat," ujar Surtan.
Hal senada juga diungkap oleh Plt Kasubag Renmin SPN Polda Kepulauan Babel Ipda Otario Wibowo. Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan buruk seperti pungli yang marak terjadi sebelum era kepemimpinan Kombes Norul, kini sudah hilang di SPN Polda Kepulauan Babel.
"Selama ini yang mereka kerjakan itu mencoba untuk yang penting kinerja kita tidak dipertanyakan pada saat pemeriksaan, artinya kita mencari suatu alasan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang ada. Tapi ketika masuk beliau, mindset itu berubah. Jadi yang tadinya kita bisa ngakalin ini, itu tidak ada lagi," imbuhnya.



