Gus Ipul Pastikan Proses Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan bahwa proses pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat berjalan dengan mekanisme yang transparan, akuntabel, dan berlapis. Proses ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari penetapan pagu anggaran hingga pemilihan penyedia barang.

Penjelasan Gus Ipul dalam Konferensi Pers

Dalam konferensi pers yang digelar di Auditorium Bakom RI, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh tahapan pengadaan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun, termasuk dirinya sendiri. Ia menyatakan, "Proses ini tidak bisa diintervensi oleh siapapun, termasuk oleh kami sendiri."

Tahapan Pengadaan Sepatu

Gus Ipul menjelaskan bahwa proses dimulai dengan penetapan pagu anggaran sebesar Rp700.000 per unit sebagai batas maksimal kebutuhan sepatu siswa Sekolah Rakyat. Penetapan ini dilakukan melalui perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan jumlah siswa, volume kebutuhan, lokasi distribusi, standar harga, serta benchmarking ke Taruna Nusantara dan SMA CT Arsa. Selain itu, pengecekan harga juga dilakukan melalui e-katalog.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tahap selanjutnya adalah penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp647.000, yang ditentukan berdasarkan survei pasar melalui e-katalog, e-commerce, pasar ritel, serta masukan dari para ahli. Setelah itu, proses dilanjutkan ke pemilihan penyedia melalui mekanisme kompetitif seperti e-purchasing dan tender. Tahapan ini meliputi evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, hingga proses klarifikasi dan negosiasi. Dari rangkaian tersebut, diperoleh harga hasil lelang sepatu bot sebesar Rp576.577 per unit.

Pengawasan Berlapis

Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan berada di bawah pengawasan berlapis, baik internal maupun eksternal. Pengawasan internal melibatkan Inspektorat Jenderal, sementara pengawasan eksternal melibatkan LKPP, BPKP, serta aparat penegak hukum. Ia juga menyatakan keterbukaan pemerintah terhadap pengawasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kami terbuka untuk berkoordinasi dengan KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian," tegasnya.

Realisasi Pengadaan di Bawah Pagu

Lebih lanjut, Gus Ipul memaparkan hasil realisasi pengadaan yang seluruhnya berada di bawah pagu anggaran, sehingga menghasilkan efisiensi. Sepatu PDL siswa terealisasi sebesar Rp640.000 dari pagu Rp700.000, PDH SMP dan SMA sebesar Rp610.000, serta PDH SD sebesar Rp590.000. Untuk sepatu harian, SD terealisasi Rp250.000 dari pagu Rp500.000, sementara SMP dan SMA Rp300.000 dari Rp500.000. Sepatu olahraga siswa dan guru masing-masing Rp447.000 dari Rp500.000, serta sepatu PDH guru Rp625.000 dari Rp700.000.

"Sesuai arahan Presiden untuk tidak ada lagi praktik penyimpangan atau 'otak-atik' anggaran. Jika ada pelanggaran, kami menjadi pihak pertama yang akan melaporkannya. Proses ini agar pengadaan barang dan jasa berjalan bersih," tutup Gus Ipul.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga