Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mendatangi ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP M Djamil Padang pada Jumat (8/5). Andre datang untuk melihat langsung kondisi Shena Celin Dipraja (3), balita asal Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya.
Dalam kunjungan itu, Andre didampingi Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas. Ia juga bertemu dengan ibu korban, Septi Tohyana (38), yang tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan untuk biaya pengobatan putrinya. Anaknya merupakan korban dugaan KDRT dari suami sirinya tersebut.
Andre menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta serta membantu pengurusan dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan selama satu tahun untuk korban. Suasana haru menyelimuti ketika ibu korban sempat hendak bersujud di hadapan Andre sebagai bentuk rasa syukur, namun langsung dibantu berdiri kembali.
“Kami mendapatkan informasi adanya anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga oleh ayah tirinya. Kami langsung menghubungi Bupati Solok Jon Firman Pandu agar turut membantu penanganan korban yang kini dirawat di PICU RSUP M Djamil. Sebelumnya korban sempat dirawat di RSUD Solok lalu dirujuk ke Padang,” kata Andre dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Kasus Kekerasan Anak Tidak Boleh Dianggap Sepele
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini menegaskan, kasus kekerasan terhadap anak tidak boleh dianggap sepele dan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. “Kami percaya pihak RSUP M Djamil sangat serius menangani kasus ini. Semoga korban segera pulih dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Bupati Solok, Jon Pandu mengaku siap membantu proses pengobatan balita yang lahir di Kota Bogor, Jawa Barat itu. “Insya Allah Pemkab Solok sejak awal juga sudah membantu sejak dirawat di RSUD Solok. Kami juga terus memantau perkembangannya meski sudah di Padang dan kasus kekerasan ini juga akan terus dipantau,” kata Jon Pandu melalui telepon.
Sementara itu, Dovy memastikan tim dokter memberikan penanganan maksimal terhadap Celin sejak pertama kali dirujuk dari Solok. “Tim dokter akan memberikan pelayanan dan penanganan terbaik. Sejak dirujuk dari Solok, pasien langsung dirawat di PICU. Mohon doa masyarakat untuk kesembuhan ananda Sherlyn,” katanya.
Ibu korban Septi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Andre Rosiade kepada keluarganya di tengah kondisi sulit yang mereka alami. “Terima kasih Pak Andre Rosiade atas bantuannya. Uang ini akan saya gunakan untuk pengobatan dan kesembuhan anak saya,” kata wanita kelahiran Banyumas ini sambil menangis haru.
Kronologi Kasus KDRT
Kasus memilukan yang menimpa Celin terjadi saat korban dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, menggunakan bus pada Kamis (30/4). Di hadapan ibu kandungnya, korban diduga mengalami penganiayaan oleh ayah tirinya. Berdasarkan informasi, pelaku disebut beberapa kali menampar korban hingga membuat balita tersebut menangis histeris di dalam bus. Ironisnya, pelaku berdalih tindakan itu dilakukan untuk ‘mengobati’ korban dari pengaruh santet.
Kasus tersebut memicu keprihatinan luas di masyarakat. Aparat Polres Solok kemudian bergerak cepat dan menangkap terduga pelaku, Putra Rahmadani (34), pada Kamis (7/5) atas dugaan penganiayaan berat terhadap anak di bawah umur. Ayah kandung korban, Ahmad Sobari disebutkan juga sedang menuju Sumbar dari Pulau Jawa. Dia meminta anaknya dirawat di RSCM Jakarta.
Apresiasi untuk RSUP M Djamil
Dalam kesempatan itu, Andre juga mengapresiasi pelayanan RSUP M Djamil Padang yang tetap mengutamakan keselamatan pasien meski sebagian masyarakat datang tanpa jaminan pembiayaan atau BPJS Kesehatan. “Saya melihat sendiri banyak pasien yang membutuhkan bantuan meski tidak memiliki BPJS ataupun jaminan pembayaran. Alhamdulillah, RSUP M Djamil bergerak cepat melayani pasien tanpa terlebih dahulu mempersoalkan biaya,” ujar Andre.
Menurutnya, langkah RSUP M Djamil merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan yang patut dipertahankan oleh rumah sakit pemerintah. “Saya sebagai wakil masyarakat Sumatera Barat sangat mengapresiasi langkah RSUP M Djamil yang lebih mengedepankan kemanusiaan dibanding persoalan pembiayaan. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Dovy menegaskan pihak rumah sakit akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi pasien. “Prinsip kami adalah menyelamatkan pasien terlebih dahulu. Soal administrasi dan pembiayaan akan dicarikan solusi bersama sesuai aturan yang berlaku,” ujar Dovy.



