KPK Gelar 6 Operasi Tangkap Tangan di Awal 2026, Libatkan Pejabat Pajak hingga Hakim
6 OTT KPK Awal 2026 Libatkan Pejabat Pajak hingga Hakim

KPK Gencar Gelar Operasi Tangkap Tangan di Awal Tahun 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan intensitas pemberantasan korupsi yang tinggi di awal tahun 2026 dengan melaksanakan serangkaian operasi tangkap tangan (OTT). Dalam kurun waktu kurang dari lima minggu, lembaga antirasuah ini telah melakukan enam kali operasi yang menjaring berbagai pihak dari instansi pemerintah hingga penegak hukum.

Rangkaian OTT KPK dari Januari hingga Februari 2026

Operasi pertama KPK di tahun 2026 terjadi pada 9-10 Januari, di mana delapan orang ditangkap terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menjelaskan bahwa kasus ini melibatkan suap untuk pengurangan nilai pajak dalam periode 2021-2026.

Pada 19 Januari, KPK kembali bergerak dengan menangkap Wali Kota Madiun Maidi bersama 14 orang lainnya. Operasi ini terkait dugaan korupsi berupa pemerasan dengan modus imbalan proyek, dana CSR, dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Di tanggal yang sama, operasi ketiga dilaksanakan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang menjerat Bupati Pati Sudewo. Kasus ini diduga kuat melibatkan pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di wilayah pemerintah kabupaten tersebut.

Eskalasi Operasi ke Instansi Bea Cukai dan Pengadilan

Memasuki bulan Februari, KPK memperluas jangkauan operasinya. Pada 4 Februari, OTT digelar di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan di Jakarta dan Lampung. Mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal termasuk di antara pejabat yang diamankan dalam operasi ini.

"Mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan. Itu yang kemudian diamankan di wilayah Lampung," tegas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Hanya berselang satu hari, tepatnya pada 5 Februari, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan di Kota Depok, Jawa Barat. Tujuh orang ditangkap dalam kasus dugaan korupsi pengurusan perkara sengketa lahan yang ditangani Pengadilan Negeri Depok. Tiga di antaranya berasal dari pihak PN Depok, termasuk ketua pengadilan negeri setempat.

Dampak dan Respons Terhadap Operasi KPK

Serangkaian operasi ini telah menimbulkan berbagai reaksi dari institusi terkait. Mahkamah Agung melalui juru bicaranya, Yanto, mengungkapkan kekecewaan mendalam terkait keterlibatan hakim PN Depok dalam OTT KPK. Meski demikian, MA menegaskan komitmennya untuk tidak menghalangi proses hukum yang sedang berjalan.

Enam operasi tangkap tangan yang dilaksanakan KPK dalam periode singkat ini mencerminkan fokus lembaga antirasuah pada berbagai sektor yang rentan terhadap praktik korupsi:

  • Pemeriksaan dan pengurangan pajak
  • Pengelolaan proyek dan dana CSR pemerintah daerah
  • Rekrutmen jabatan publik tingkat desa
  • Penanganan perkara di lingkungan peradilan

Intensitas operasi KPK di awal tahun 2026 ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memberantas korupsi di berbagai lini pemerintahan dan penegakan hukum. Masyarakat kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari proses hukum terhadap para tersangka yang berhasil diamankan dalam rangkaian operasi tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga