Musim kemarau yang berkepanjangan membuat puluhan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami krisis air bersih. Warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah kota dan bahkan ada yang memilih mandi di kantor karena sumur mereka mengering.
Warga Keranggan Kesulitan Air Bersih
Salah seorang warga Kelurahan Keranggan, Wisnu, mengaku keluarganya selama ini bergantung pada air sumur untuk mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Namun, dalam beberapa pekan terakhir debit air sumur terus menurun hingga kerap tidak mengalir sama sekali.
“Jadi kadang kalau tidak ada keluar air, ya enggak mandi dan mandi di kantor,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan memasak dan air minum, Wisnu dan keluarganya membeli air galon isi ulang. Sementara kebutuhan air bersih lainnya terbantu melalui distribusi air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dilakukan secara bergiliran.
“Tapi udah beberapa hari ini, digilir ada bantuan air bersih dari BPBD, kalau lagi datang, isi berember-ember. Bahkan ada penampungannya pakai toren,” ujarnya.
Pemkot Tangsel Respons Cepat
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan pemantauan dan respons cepat terhadap wilayah-wilayah yang mulai terdampak kekeringan selama musim kemarau.
“Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung,” ujar Benyamin, Selasa (21/7/2026).
35 KK Terdampak di Dua RW
Camat Setu Erwin Gemala Putra mengatakan, dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kelurahan Keranggan, tepatnya di RW 01 RT 01 dan RW 02 RT 04. “Jumlah kepala keluarga (KK) terdampak di dua RW tersebut sebanyak 35 KK, terdiri atas 15 KK di RW 01 dan 20 KK di RW 02. Sumur warga mulai mengering akibat musim kemarau,” katanya.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Kecamatan Setu bersama BPBD Kota Tangsel berkoordinasi dengan Perumdam untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
“Alhamdulillah, mulai minggu lalu telah didistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak,” ujarnya.
Warga Diminta Hemat Air
Erwin menjelaskan, sejak awal musim kemarau masyarakat telah melakukan langkah antisipasi dengan menghemat penggunaan air sehingga kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi. “Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sebagian warga sempat menggunakan air sungai untuk kebutuhan tertentu. Setelah bantuan air bersih didistribusikan, warga kembali menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Memasuki musim kemarau ini, masyarakat juga mulai lebih bijak dalam menggunakan air,” jelasnya.



