Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Plastik dan Pupuk
Wakil Ketua MPR Minta Antisipasi Kenaikan Harga Plastik-Pupuk

Wakil Ketua MPR Dorong Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Plastik dan Pupuk

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyoroti tantangan baru yang dihadapi Indonesia akibat krisis energi global, khususnya dari penutupan Selat Hormuz. Dalam keterangan resmi pada Senin (6/4/2026), dia memperingatkan bahwa berkurangnya pasokan produk migas akan berdampak signifikan pada kenaikan harga berbagai barang esensial.

Dampak Krisis Energi pada Produk Hidrokarbon

Eddy menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan penurunan pasokan minyak dan gas, yang berimbas pada lonjakan biaya produksi untuk produk turunan migas. "Sejumlah kebutuhan esensial yang bahan bakunya bersumber dari minyak dan gas telah atau akan mengalami kenaikan harga," ujarnya. Dia mencontohkan produk seperti plastik, pupuk, obat-obatan, dan pakaian jadi sebagai barang-barang yang biaya produksinya melonjak, sehingga harga jualnya otomatis meningkat.

Lebih lanjut, Eddy mengapresiasi langkah pemerintah yang menanggung kenaikan harga BBM untuk melindungi daya beli masyarakat. Namun, dia menekankan pentingnya antisipasi terhadap gejolak harga yang terus bergerak naik akibat krisis energi global saat ini. "Pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga produk plastik seperti kemasan mie instan, air minum kemasan, peralatan rumah tangga, dan lain-lain," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kenaikan Harga Pangan dan Peran Pemerintah

Eddy juga memperingatkan bahwa harga pangan akan terdampak karena kenaikan harga pupuk, yang menggunakan bahan baku gas. Dia meyakini bahwa pemerintah akan menyediakan bantalan atau menyerap dampak dari kenaikan berbagai kebutuhan utama masyarakat, khususnya bagi masyarakat ekonomi lemah, melalui subsidi atau bantalan sosial lainnya.

Namun, dia menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berada di tangan pemerintah. "Sebagai anggota masyarakat, kita juga punya tanggung jawab untuk melakukan aksi penghematan energi serta daur ulang, khususnya plastik," kata Eddy. Dia mendukung jika pemerintah mengkampanyekan 'program efisiensi nasional', yang mencakup upaya mengurangi pemborosan makanan, mengurangi penggunaan kemasan plastik, dan memberikan insentif bagi masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum, terutama kendaraan umum listrik seperti bis listrik atau MRT.

Dengan demikian, Eddy Soeparno mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menghadapi krisis energi ini, sambil tetap mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipatif guna melindungi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga