Tantangan Baru Kopdes Merah Putih: Buktikan Keberlanjutan Jangka Panjang
Tantangan Baru Kopdes Merah Putih: Buktikan Keberlanjutan

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menilai pemerintah menghadapi tantangan baru dalam mengembangkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Menurutnya, tantangan tersebut bukan lagi sekadar memperkenalkan program kepada masyarakat, melainkan meyakinkan publik bahwa koperasi dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Survei SMRC: Kesadaran Masyarakat Tinggi

Penilaian itu disampaikan Darmadi setelah mencermati hasil Survei Nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026. Survei tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program Koperasi Desa Merah Putih sudah tergolong tinggi. Sekitar 76,9 persen responden mengaku telah mengetahui keberadaan program tersebut. Angka ini mencerminkan keberhasilan tahap sosialisasi awal yang dilakukan pemerintah.

Fokus pada Kepercayaan dan Keberlanjutan

Darmadi menekankan bahwa dengan tingginya kesadaran publik, langkah selanjutnya adalah membangun kepercayaan. "Kami tidak ingin program ini hanya menjadi wacana sesaat. Masyarakat harus yakin bahwa koperasi ini bisa berjalan lama, memberikan manfaat nyata, dan tidak sekadar proyek pemerintah," ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan memerlukan tata kelola yang profesional, transparansi, dan partisipasi aktif anggota.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak bagi Pengembangan Koperasi

Jika kepercayaan masyarakat terbangun, potensi Kopdes Merah Putih untuk menjadi pilar ekonomi desa sangat besar. Namun, jika gagal, program ini bisa kehilangan kredibilitas. Darmadi mendorong Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyusun strategi penguatan kelembagaan dan pendampingan berkelanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi berkala untuk mengukur dampak riil terhadap kesejahteraan anggota.

Data Survei sebagai Acuan

Data SMRC menunjukkan bahwa responden yang sudah tahu program ini mayoritas berasal dari daerah pedesaan dan memiliki akses informasi yang baik. Namun, masih ada sebagian kecil yang belum paham detail manfaat koperasi. Oleh karena itu, sosialisasi perlu dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih personal. Darmadi berharap program ini tidak hanya populer di awal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang terukur.

Dengan demikian, tantangan baru ini memerlukan kerja sama antara pemerintah, DPR, dan masyarakat. Komisi VI akan terus mengawal implementasi Kopdes Merah Putih agar sesuai dengan tujuan awalnya: memberdayakan ekonomi desa melalui koperasi yang kuat dan berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga