Risiko terjadinya kabut asap parah di kawasan Asia Tenggara dilaporkan meningkat tajam pada tahun ini. Fenomena cuaca Super El Nino dinilai menjadi pemicu utama di balik melonjaknya ancaman polusi udara tersebut.
Laporan SIIA: Peringkat Risiko Dinaikkan
Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga pemikir yang berbasis di Singapura, Singapore Institute of International Affairs (SIIA), kondisi kekeringan yang meluas serta suhu panas ekstrem yang didorong oleh El Nino akan memperparah risiko kabut asap di wilayah regional dalam beberapa bulan ke depan. Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (24/6/2026), SIIA secara resmi menaikkan peringkat risiko kabut asap parah menjadi kategori "Tinggi" (High).
Dampak Super El Nino terhadap Kabut Asap
Super El Nino menyebabkan cuaca kering berkepanjangan di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kondisi ini meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan gambut yang menjadi sumber utama kabut asap. SIIA memperingatkan bahwa tanpa tindakan pencegahan yang ketat, kualitas udara di beberapa kota besar dapat menurun drastis, mengancam kesehatan masyarakat dan sektor pariwisata.
Menurut SIIA, "Kombinasi El Nino yang intens dan praktik pembukaan lahan yang tidak berkelanjutan menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap kabut asap lintas batas." Lembaga tersebut mendesak negara-negara di kawasan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kerja sama regional guna memitigasi dampak buruk yang mungkin timbul.
Langkah Mitigasi yang Diperlukan
Beberapa langkah yang direkomendasikan termasuk pemantauan titik panas secara real-time, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan ilegal, serta penyediaan masker dan fasilitas kesehatan darurat. Selain itu, SIIA menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan komunikasi publik yang efektif untuk mengurangi paparan polusi udara bagi warga.



