Bangunan SDN Pondok Cina 1 di Depok Dibongkar, Kini Jadi Rumah Kreatif Anak Istimewa
SDN Pondok Cina 1 Dibongkar, Jadi Rumah Kreatif Anak Istimewa

Bangunan lama SD Negeri Pondok Cina (Pocin) 1 di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, akhirnya rata dengan tanah setelah melalui polemik berkepanjangan. Proses pembongkaran dilakukan pada Senin, 13 Juli 2026, menggunakan alat berat. Para pekerja kemudian membersihkan sisa puing untuk diangkut dengan kendaraan bak terbuka. Pagar sekolah telah ditutup dengan seng, dan papan informasi proyek terpasang di lokasi.

Alih Fungsi Lahan: Dari Masjid Raya Menjadi Rumah Kreatif

Papan proyek yang terpasang menjelaskan bahwa lokasi eks SDN Pocin 1 akan diubah menjadi rumah kreatif anak istimewa. Bunyi tulisan di papan tersebut: "Pembangunan dan penataan lingkungan rumah kreatif anak istimewa." Wali Kota Depok Supian Suri memutuskan alih fungsi ini setelah rencana awal pembangunan Masjid Raya Depok di lahan yang sama batal.

Polemik Panjang Sejak 2022

Polemik SDN Pocin 1 bermula pada 2022 ketika Pemerintah Kota Depok berencana membongkar bangunan sekolah untuk pembangunan Masjid Raya Depok. Rencana itu memicu penolakan dari sebagian orang tua murid yang khawatir terhadap pendidikan anak-anak mereka. Sejumlah orang tua menggugat Wali Kota Depok saat itu, Mohammad Idris, ke PTUN Bandung dan PTUN Jakarta, namun gugatan ditolak. Mereka juga melaporkan kasus ini ke kepolisian, Ombudsman RI, dan Komnas HAM.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Di tengah polemik, Pemkot Depok memindahkan seluruh siswa SDN Pocin 1 ke gedung SDN Pocin 5, yang kemudian berganti nama menjadi SDN Pocin 1. Upaya hukum para orang tua berakhir di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta yang menguatkan putusan PTUN Bandung pada 2024. Para orang tua kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Anggaran Proyek dan Target Penyelesaian

Proyek pembangunan rumah kreatif anak istimewa memiliki nilai anggaran Rp15,7 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu 165 hari. Keputusan ini diambil setelah rencana pembangunan Masjid Raya Depok batal, dan bangunan lama sempat tidak dimanfaatkan.

Kekecewaan Warga

Warga sekitar menyatakan kekecewaan atas pembongkaran tersebut. Agus Dowan, seorang pengemudi ojek online yang tinggal di dekat lokasi, mengungkapkan rasa kecewanya. "Kecewalah," ujar Agus kepada detik.com, Senin kemarin. Ia menekankan bahwa SDN Pocin 1 telah berdiri sejak 1960-an dan menghasilkan banyak alumni. Menurutnya, alih fungsi menjadi rumah kreatif bukan solusi bijak.

Agus mendesak Pemkot Depok memberikan penjelasan transparan kepada publik, mengingat anggaran proyek yang tidak sedikit. "Alasannya kecewa karena sekolah ini dari tahun '60 udah ada. Udah berapa alumni dari tahun '60 sampai sekarang? Itu sangat disesali sekali. Dia bangun ini buat apa?" ujar Agus. Ia juga khawatir proyek ini hanya kamuflase untuk menghabiskan anggaran. "Jangan sampai nanti warga punya pikiran, 'Ah, ini mah simulasi, kamuflase doang biar budget turun'. Proyekan? Lah emangnya bikin ini semua enggak pakai proposal? Enggak pakai tender?" imbuhnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga