Video Pegawai Koperasi Desa Merah Putih Tawarkan Pinjaman Rp 500 Juta Ternyata AI
Video Pegawai Koperasi Desa Merah Putih Tawarkan Pinjaman Rp 500 Juta Ternyata AI

Video Viral Tawaran Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih Ternyata Rekayasa AI

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pegawai Koperasi Desa Merah Putih menawarkan dana pinjaman mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 500 juta beredar luas di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai tawaran resmi dari koperasi. Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI) dan mengarah pada praktik penipuan.

Modus Penipuan Mengatasnamakan Koperasi Desa Merah Putih

Video tersebut dibagikan oleh beberapa akun Facebook, seperti yang terlihat pada tautan ini, ini, dan ini. Dalam narasinya, masyarakat yang tertarik mengajukan pinjaman diminta untuk menghubungi akun-akun Facebook tersebut. Pihak Koperasi Desa Merah Putih pun angkat bicara dan memastikan bahwa video tersebut palsu.

"Kami tegaskan bahwa video itu bukan dari kami. Itu adalah hasil manipulasi AI yang digunakan untuk menipu masyarakat. Kami tidak pernah menawarkan pinjaman melalui media sosial seperti itu," ujar perwakilan Koperasi Desa Merah Putih dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ciri-Ciri Video Palsu Hasil AI

Setelah diperiksa lebih lanjut, terdapat beberapa kejanggalan dalam video tersebut. Gerakan bibir narator tidak sinkron dengan suara, serta ekspresi wajah yang terlihat kaku dan tidak alami. Ini merupakan ciri khas dari video deepfake yang dihasilkan oleh teknologi AI.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap tawaran pinjaman online yang mengatasnamakan lembaga resmi. Pastikan untuk selalu mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi koperasi atau lembaga terkait sebelum mengambil keputusan.

Dampak dan Imbauan

Penipuan semacam ini dapat merugikan masyarakat secara finansial. Oleh karena itu, Koperasi Desa Merah Putih bersama pihak berwenang sedang melakukan investigasi untuk menemukan pelaku di balik penyebaran video palsu tersebut. Masyarakat diharapkan tidak langsung percaya dan selalu melakukan verifikasi.

"Jangan mudah tergiur dengan tawaran pinjaman yang menggiurkan. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib," tambah perwakilan koperasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga