Kebakaran hebat melanda gudang obat milik PT Metiska Farma di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/7) malam. Seorang saksi mata bernama Said (28) menceritakan detik-detik api membesar dengan cepat, dipicu oleh tumpukan kemasan botol beling dan plastik yang mudah terbakar.
Kemasan Botol dan Dus Mempercepat Api
Menurut Said, gudang tersebut dipenuhi kemasan botol kaca dan plastik yang dibungkus dalam dus-dus kardus. "Gudang botol beling, botol plastik. Kemasannya sih, rata-rata kemasannya. Makanya mudah terbakar. Kan kayak ada dus-dusnya, kan. Mudah banget terbakar jadi besar," ujar Said saat ditemui di lokasi pada Rabu (29/7). Ia menegaskan tidak ada ledakan dalam insiden tersebut karena bahan-bahan berbahaya seperti solar dan bahan baku obat sudah diamankan sebelumnya.
Upaya Penyelamatan Barang dan Pemadaman
Said menambahkan, saat kebakaran terjadi, para pegawai dan warga sekitar berjibaku menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diamankan. Sebagian warga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. "Habis itu ya pegawai, warga, pada nyelamatin yang bisa diselamatin aja, Bang. Langsung ada yang kontak damkar juga," katanya. Barang yang berhasil diselamatkan berupa produk obat siap edar yang sudah dikemas. Said menyebut peristiwa ini baru pertama kali terjadi di gudang tersebut.
Api Tidak Merembet ke Permukiman
Kobaran api hanya melalap area gudang dan tidak merembet ke permukiman warga sekitar. "Nggak (merembet). Gudang doang," tegas Said. Hal ini berkat upaya pengamanan bahan mudah meledak dan respons cepat petugas.
Penyebab Diduga Korsleting Listrik
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Kasudin Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa kebakaran mulai terjadi pukul 18.48 WIB dan berhasil dipadamkan total pukul 21.13 WIB. "Objek yang terbakar, kantor dan gudang obat PT Metiska Farma. Status, pemadaman selesai," ujarnya. Asril mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. "Dugaan penyebab, dugaan awal fenomena kelistrikan," katanya. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Proses pemadaman melibatkan puluhan personel damkar dari berbagai pos, yang bekerja keras mengendalikan api agar tidak meluas. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Kerugian material masih dalam pendataan, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat banyaknya produk obat yang terbakar.



