Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat langkah pemulihan lingkungan dengan menggaungkan Gerakan Tobat Ekologis dan inisiatif penanaman dua miliar pohon. Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat bersama pemerintah daerah, sektor swasta, dan institusi pendidikan melakukan aksi penanaman pohon di kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Padang Pariaman, guna membangun kesadaran ekologis generasi muda sekaligus merehabilitasi alam.
Panggilan Moral untuk Semua Elemen
Jumhur menegaskan, Gerakan Tobat Ekologis merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat. Gerakan ini mengajak publik menyadari kesalahan masa lalu dalam mengeksploitasi alam, berkomitmen tidak mengulangi kerusakan, dan mulai melakukan tindakan perbaikan secara nyata. "Yang punya kuasa, gunakan kekuasaannya. Yang punya intelektualitas, gunakan intelektualitasnya. Yang punya pengaruh, gunakan pengaruhnya," ujar Jumhur melalui keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026). Menurut dia, KLH/BPLH memosisikan pemulihan lingkungan sebagai tanggung jawab lintas sektor yang menuntut partisipasi aktif setiap individu dan kelompok.
Langkah Sederhana hingga Kebijakan Strategis
Jumhur memaparkan, gerakan dimulai dari langkah sederhana seperti menjaga kebersihan sungai, mengelola sampah harian, hingga penanaman pohon secara masif. KLH/BPLH juga menyiapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan sampah dari sektor industri. "Intinya, saya berterima kasih atas upaya pemulihan lingkungan. Dalam kaitannya dengan tobat lingkungan, gerakan ini dapat dilakukan di mana saja, misalnya dengan membersihkan sungai," ucap dia. "Sebentar lagi kita juga akan menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR), di mana para produsen yang menghasilkan kemasan plastik, termasuk untuk produk makanan dan sejenisnya, telah menyatakan kesiapan untuk turut membantu mengurangi sampah dengan mengalokasikan dana tertentu," sambung Jumhur.
Kolaborasi Nyata: Bibit dan Dukungan
Sebagai bukti kolaborasi antarpihak, agenda pemulihan lingkungan ini diwarnai penyerahan berbagai bantuan bibit. "KLH/BPLH menyerahkan 15 kilogram benih Ketapang Kencana, disusul oleh dukungan dunia usaha yakni PT Semen Padang yang memberikan 3.300 bibit mangrove, serta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat yang mendonasikan bibit tanaman buah-buahan," jelas Jumhur.
Inovasi Kampus Menuju Ekonomi Sirkular
Apresiasi diberikan kepada Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun konsep Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC). Kampus maritim ini sukses menghadirkan inovasi sirkular ekonomi, seperti fasilitas pengelolaan minyak jelantah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga budidaya maggot. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah berharap sinergi ini dapat menjadi role model bagi daerah lain. "Kami telah menetapkan kebijakan agar kantor-kantor pemerintah provinsi dan sekolah-sekolah tidak lagi membuang sampah ke luar lingkungan masing-masing," kata dia. "Apa yang diterapkan di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah dapat dikelola menjadi berkah melalui budidaya maggot, pengolahan kompos, dan berbagai inovasi lainnya. Mudah-mudahan langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat," sambung Mahyeldi.
Target Dua Miliar Pohon sebagai Wujud Pertobatan
Jumhur kembali melanjutkan, KLH/BPLH optimistis melalui pendekatan berbasis Gerakan Tobat Ekologis dapat mengubah paradigma masyarakat bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukanlah sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan refleksi penebusan kesalahan umat manusia terhadap alam. "Esensi pertobatan ini menuntut kesadaran kolektif untuk menyesali kerusakan yang telah diperbuat, menghentikan kebiasaan eksploitatif, dan berbalik merawat bumi sepenuh hati," ucap dia. "Target penanaman dua miliar pohon merupakan wujud nyata dari aksi pertobatan tersebut, sebuah ikhtiar pemulihan yang diharapkan mampu memperbaiki ekosistem yang rusak, memperkuat ketahanan iklim nasional, dan mewariskan bumi yang kembali seimbang dan lestari bagi generasi mendatang," tutup Jumhur.



