Kemlu Ungkap Posisi Terakhir Kapal Tanker Iran di Selat Lombok
Kemlu Ungkap Posisi Terakhir Kapal Tanker Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vahd Nabyl Mulachela mengungkapkan posisi terakhir dua kapal tanker Iran yang berada di perairan Indonesia. Kedua kapal tersebut, yaitu MT Derya dan MT Huga, terdeteksi berada di Selat Lombok, tepatnya di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

ALKI II merupakan jalur yang menghubungkan Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia melalui Laut Sulawesi, Selat Makassar, dan Selat Lombok. Pemerintah Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap kapal-kapal asing yang berlayar di perairan nasional.

"Untuk kapal MT Derya dan MT Huga, posisi terakhir berada di Selat Lombok, di wilayah ALKI II," kata Vahd saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kemlu akan memantau terus pergerakan kedua kapal Iran tersebut. Vahd menyebut bahwa kedua kapal diindikasikan masih melaksanakan hak lintas alur laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional. "Kita tidak ingin berspekulasi, namun ditengarai hingga saat ini masih melaksanakan hak lintas alur laut kepulauan sesuai hukum internasional. Kita akan terus melakukan pemantauan terkait hal ini," ujarnya.

Sebelumnya, kapal tanker minyak mentah terkait Iran dilaporkan memasuki perairan Indonesia di tengah blokade pasukan Amerika Serikat. Kemlu Indonesia mencatat laporan masuknya kapal tanker Iran tersebut. Menurut laporan Middle East Eye pada Selasa (5/5/2026), TankerTrackers.com menyebutkan bahwa sebuah kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) kedua yang terkait dengan Iran telah memasuki Selat Lombok dan menuju Kepulauan Riau.

Perusahaan tersebut mengidentifikasi kapal tersebut sebagai DERYA dan menyatakan bahwa kapal itu telah menghindari Angkatan Laut AS setelah upaya gagal mengirimkan sekitar 1,88 juta barel minyak mentah ke India. Dalam unggahan di X, TankerTrackers menulis: "Kami kemudian melihatnya melanjutkan perjalanan ke selatan setelah itu, pada saat kapal-kapal sejenisnya di daerah tersebut dialihkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Saat ini kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju titik pertemuan di Kepulauan Riau."

Pembaruan ini menyusul laporan serupa tentang kapal tanker HUGE. Perusahaan tersebut menambahkan bahwa beberapa kapal tanker Iran telah mencapai tujuan, dialihkan, atau disita di tengah pembatasan maritim yang berlangsung.

Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa pihaknya telah mencatat masuknya kapal-kapal tanker Iran ke perairan Indonesia. Aturan navigasi perairan Indonesia tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam lalu lintas di masing-masing zona maritim. "Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia," ujar Yvonne dalam keterangannya pada Selasa (5/5).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga