Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) dalam mendukung program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu upaya utama adalah mengoordinasikan usulan sasaran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari seluruh daerah agar penyalurannya tepat sasaran.
Target 400.000 Rumah Tahun Ini
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa tahun ini pemerintah menargetkan BSPS menyasar 400.000 rumah tidak layak huni. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga tantangan implementasi pun meningkat. "Oleh karena itu, kita mengoordinasikan daerah-daerah untuk memberikan usulan-usulan by name, by address, dan setelah itu nanti akan diverifikasi dengan data dari BPS (Badan Pusat Statistik)," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (6/7). Selain BPS, usulan tersebut juga akan diperiksa oleh jajaran Kementerian PKP yang memahami detail kriteria rumah layak bantuan.
Fokus pada Daerah Perbatasan
Mekanisme serupa juga berlaku untuk usulan bedah rumah di daerah perbatasan. Tito menegaskan pemerintah menargetkan program tersebut menyasar 15.000 rumah tidak layak huni di wilayah perbatasan. "Sudah ada usulan lebih kurang 36 ribu (dari daerah perbatasan) dan sekarang dalam proses untuk diverifikasi, validasi oleh BPS dan nanti Kementerian PKP sama-sama bergerak (mengecek)," jelas Tito.
Untuk mempercepat capaian target BSPS, Kemendagri bersama Kementerian PKP dan BPS akan menggelar rapat koordinasi lanjutan. Rapat tersebut akan melibatkan seluruh kepala daerah, perangkat daerah yang membidangi permukiman, inspektorat daerah, serta jajaran BPS kabupaten/kota.
Sinergi Pusat dan Daerah
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses validasi data sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program. "Supaya nanti paralel semuanya bergerak untuk percepat target 400 ribu rumah yang dibedah," kata Tito.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan terima kasih atas dukungan Tito dan Amalia yang banyak membantu pelaksanaan program perumahan. Maruarar menyebutkan salah satu dukungan Tito yaitu membantu pihaknya berkoordinasi dengan para kepala daerah. "Sehingga koordinasinya bisa efektif, komunikasinya juga bisa efektif supaya program ini juga berjalan baik," pungkasnya.



