Fosil T. rex 'Gus' Dilelang, Ditaksir Rp 542 Miliar
Fosil T. rex 'Gus' Dilelang, Ditaksir Rp 542 Miliar

Fosil T. rex 'Gus' Siap Dilelang dengan Harga Fantastis

Sebuah fosil Tyrannosaurus rex (T. rex) yang diberi nama "Gus" diperkirakan akan menjadi salah satu fosil dinosaurus termahal yang pernah dilelang di dunia. Spesimen ini akan dilelang oleh rumah lelang Sotheby's pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan perkiraan harga mencapai 30 juta dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 542 miliar.

Nilai Gus dalam Sejarah Lelang Fosil

Nilai tersebut menempatkan Gus di jajaran fosil dinosaurus termahal sepanjang sejarah. Meski demikian, rekor tertinggi saat ini masih dipegang oleh fosil Stegosaurus bernama "Apex" yang terjual seharga 44,6 juta dollar AS pada tahun 2024. Fenomena meroketnya harga fosil dinosaurus dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan meningkatnya minat kolektor kaya terhadap benda-benda purbakala bernilai tinggi.

"Gus adalah spesimen yang luar biasa. Kelangkaan dan kondisi fosil yang terawat baik membuatnya sangat diminati oleh para kolektor," ujar juru bicara Sotheby's dalam pernyataan resmi. Fosil T. rex ini ditemukan di formasi geologi Hell Creek, Montana, Amerika Serikat, yang terkenal sebagai salah satu lokasi penemuan fosil dinosaurus terpenting di dunia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Prospek Lelang

Lelang Gus diperkirakan akan menarik perhatian kolektor global, termasuk institusi museum yang ingin menambah koleksi mereka. Namun, harga tinggi seringkali memicu perdebatan tentang akses publik terhadap fosil-fosil penting. Jika terjual ke kolektor pribadi, fosil tersebut bisa hilang dari pandangan publik, meskipun beberapa pembeli sebelumnya telah meminjamkan koleksinya ke museum untuk dipamerkan.

Keberhasilan lelang ini juga akan menjadi indikator tren pasar fosil dinosaurus yang terus meningkat. Dalam satu dekade terakhir, harga fosil dinosaurus telah melonjak drastis, dengan beberapa spesimen mencapai puluhan juta dolar. Hal ini mendorong lebih banyak ekspedisi paleontologi komersial, namun juga menimbulkan kekhawatiran akan pelestarian situs fosil dan etika perdagangan benda purbakala.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga