Kementerian Sosial (Kemensos) telah memindahkan Heru Baskoro (84), putra dari pahlawan nasional Indonesia Sayuti Melik, ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi Timur. Pemindahan ini dilakukan setelah Heru dan istrinya, Treyzia Noviani (65), diketahui mengalami keterbatasan kondisi kesehatan dan ekonomi selama empat bulan terakhir tinggal di rumah kontrakan di Rawalumbu, Kota Bekasi.
Kondisi Kesehatan Heru Baskoro
Kepala STPL Bekasi, Budi Satriyo, menyatakan bahwa Heru dan istrinya telah tiba di sentra tersebut pada Senin (13/7/2026). Mereka akan menjalani asesmen untuk menentukan layanan yang dibutuhkan, termasuk pelayanan kesehatan. Heru diketahui mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat gangguan penglihatan dan diabetes. "Kami akan melakukan asesmen menyeluruh untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi," ujar Budi Satriyo.
Langkah Kemensos
Kemensos mengambil langkah ini sebagai respons terhadap laporan mengenai kondisi Heru dan istrinya yang memprihatinkan. Selama tinggal di kontrakan, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan perawatan kesehatan. Pemindahan ke STPL diharapkan dapat memberikan akses lebih baik terhadap layanan sosial dan kesehatan yang memadai.
Heru Baskoro adalah putra dari Sayuti Melik, yang dikenal sebagai pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sayuti Melik juga merupakan seorang tokoh pergerakan nasional. Kondisi Heru yang membutuhkan perhatian khusus menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan yang layak bagi keluarga pahlawan.



