Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, membagikan 63 tong sampah pilah yang difungsikan sebagai lubang biopori jumbo kepada tujuh RW di wilayahnya. Program ini bertujuan mengolah sampah organik rumah tangga secara mandiri dan mendukung kebijakan pemilahan sampah dari sumber yang digalakkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Bantuan CSR untuk Pengelolaan Sampah Organik
Lurah Susukan Puja Akbar Sahroni menjelaskan bahwa tong-tong tersebut merupakan bantuan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari 10 perusahaan. "Tong sampah ini akan dimanfaatkan sebagai lubang biopori jumbo untuk menampung sampah organik sisa dapur warga. Semoga pengelolaan sampah organik bisa dilakukan langsung dari lingkungan masing-masing," ujar Akbar, dikutip dari Antara pada Sabtu (18/7/2026).
Selain tong, setiap RW juga menerima bantuan tiga sak semen untuk mendukung pembuatan lubang biopori jumbo. Langkah ini dinilai penting seiring dengan kebijakan pengurangan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang semakin diperketat. "Waktu semakin mendekat. Mulai Agustus tidak boleh lagi membuang sampah ke TPST Bantar Gebang. Makanya, kita terus galakkan pembuatan lubang biopori," tegas Akbar.
Kesadaran Warga Meningkat, Target Capai 80 Persen
Akbar menyebutkan bahwa kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumber terus meningkat. Dari total 8.967 rumah tangga yang tersebar di tujuh RW, sebanyak 5.442 rumah atau sekitar 61 persen telah menerapkan pemilahan sampah. Kelurahan Susukan menargetkan capaian tersebut meningkat hingga 80 persen pada akhir Juli 2026.
Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang pemilahan sampah dari sumbernya. Sebelumnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur telah mendistribusikan 2.405 tong sampah di 10 kecamatan setempat untuk mendukung gerakan serupa. Pengurus RT dan RW diminta menyiapkan sarana pemilahan sampah secara mandiri.
Program Kantong Plastik Berwarna Masih Dibahas
Sudin LH Jakarta Timur juga tengah mempersiapkan program penggunaan kantong plastik dengan warna berbeda sesuai jenis sampah. Program tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Langkah ini diharapkan semakin memudahkan warga dalam memilah sampah dari rumah.



